Satreskrim Polres Jembrana membekuk seorang pria berinisial DS, pelaku pencurian spesialis sekolah yang meresahkan di wilayah Bali. Tak main-main, DS telah membobol 28 sekolah di tiga kabupaten hanya dalam kurun waktu tiga bulan.
Dari informasi yang didapatkan detikBali, dalam menjalankan aksinya, pria kelahiran Jember yang berdomisili di Tabanan ini tergolong sangat sistematis. Layaknya menjalankan rutinitas kerja, DS selalu memasang alarm di ponselnya pada pukul 01.00 Wita untuk memulai perburuan barang berharga dan beraksi rata-rata tiga hari sekali.
Baca juga: Marak Pencurian Tutup Drainase di Badung |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DS menyasar sekolah-sekolah yang tidak memiliki satpam. Sebelum melakukan aksinya, DS melakukan survei mendalam untuk menentukan jadwal dan jam beraksi.
Sejak November 2025, ia telah membobol sebanyak 28 sekolah di Jembrana, Tabanan, dan Buleleng. Terbanyak di Jembrana dan Tabanan, sementara di wilayah Buleleng ada tiga sekolah.
Modus yang digunakan DS adalah dengan mencongkel jendela atau pintu ruangan yang menyimpan barang elektronik. Barang-barang seperti laptop, proyektor, hingga printer ludes digasak untuk kemudian dijual kembali untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana membenarkan penangkapan pelaku spesialis sekolah tersebut. Namun, polisi masih mendalami kasus itu sehingga belum membeberkan detail kronologi penangkapan.
"Benar ada penangkapan. Masih pengembangan," ungkap Alit saat dikonfirmasi detikBali, Senin (19/1/2026).
Penyidik tengah merampungkan berkas perkara dan mengumpulkan seluruh barang bukti sebelum kasus tersebut dipaparkan secara resmi kepada publik melalui konferensi pers.
(nor/nor)










































