Influencer Timothy Ronald terseret dalam laporan dugaan penipuan trading kripto yang kini ditangani aparat penegak hukum. Laporan tersebut berkaitan dengan aktivitas perdagangan aset digital yang disebut menyebabkan sejumlah orang mengalami kerugian.
Pelapor berinisial Y menyebut para korban mayoritas berusia 18-27 tahun. Nilai kerugian yang dilaporkan disebut mencapai miliaran rupiah. Para korban mengaku sempat dijanjikan keuntungan ratusan persen dari investasi kripto, namun berujung merugi.
Timothy bukanlah nama asing di jagat kripto Indonesia. Ia dikenal luas sebagai influencer sekaligus pegiat trading aset digital. Lewat berbagai konten edukasi, kelas, dan komunitas yang ia kelola, Timothy membangun citra sebagai sosok yang aktif mempopulerkan investasi kripto.
Dalam catatan detikcom, Timothy Ronald mulai menyelami dunia investasi sejak usianya menginjak 15 tahun. Terinspirasi oleh legenda investasi seperti Warren Buffett serta buku-buku fundamental seperti The Intelligent Investor karya Benjamin Graham dan Security Analysis, ia mempelajari berbagai aspek pasar modal.
"Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya," ungkap Timothy, dikutip dari detikFinance, Rabu (14/1/2026).
Berjualan pomade dan sedotan menjadi caranya mengumpulkan modal awal untuk berinvestasi di pasar modal. Di usia 19 tahun, pria kelahiran 22 September 2000 itu mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial dengan misi meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.
Melihat pesatnya perkembangan teknologi blockchain dan aset kripto, Timothy juga mendirikan Akademi Crypto. Platform ini berfokus pada pengajaran teknologi blockchain serta investasi kripto kepada generasi muda.
Dilansir dari laman LinkedIn pribadinya, Timothy pernah menduduki sejumlah posisi penting di berbagai perusahaan, antara lain owner di Ternak Uang, CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group, serta Co-Owner di FLOQ.
Saat ini, Timothy aktif membagikan konten seputar investasi melalui kanal YouTube pribadinya, @TimothyRonald. Ia juga berpartner dengan rekannya sesama trader, Kalimasada, yang turut terseret dalam laporan tersebut.
Simak Video "Video Top 5: Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi hingga Child Grooming di RI"
(dpw/dpw)