Kemenbud Ajak Sineas Lokal Angkat Wisata dan Budaya Daerah

Ahmad Firizqi Irwan - detikBali
Rabu, 03 Jun 2026 22:00 WIB
Direktur Film, Musik dan Seni Kemenbud, Irini Dewi Wanti saat hadir di acara BaliNale bersama sineas Indonesia di Denpasar, Rabu (3/6/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong ekosistem perfilman nasional dengan mengajak sineas lokal menggali potensi budaya daerah. Film dinilai menjadi salah satu media paling efektif untuk merawat jati diri bangsa di tengah gempuran modernisasi.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kemenbud, Irini Dewi Wanti, mengatakan sineas lokal memiliki peran penting dalam memotret kekayaan budaya di setiap daerah. Salah satunya berupa kekayaan alam hayati Indonesia atau mega biodiversitas.

"Kita tentu ingin mendukung ekosistem ini agar semakin kuat. Sineas lokal inilah yang konsisten mengangkat berbagai kultur kebudayaan daerah ke permukaan (dunia)," kata Irini Dewi di Denpasar, Rabu (3/6/2026).

Menurut Irini, wisata domestik juga dapat menjadi magnet bagi sineas nasional untuk menghadirkan nuansa khas Indonesia dalam perfilman dunia. Bukan hanya menampilkan benda mati, kuliner, atau kain tradisional, tetapi juga nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang dapat menjadi pondasi cerita dalam film Indonesia.

Ia menilai hal tersebut bisa menjadi identitas penguat edukatif bagi generasi muda di tengah era digitalisasi.

"Tujuannya adalah mengingatkan kembali. Oke, modernisasi itu penting, tetapi ada hal-hal kultural yang mendamaikan dan menguatkan kita sebagai sebuah bangsa," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan dukungan fasilitas hingga pendanaan bagi sineas Indonesia. Salah satunya melalui Dana Indonesia Raya dari Kemenbud. Jika karya sineas Indonesia menembus panggung internasional, pemerintah juga menyediakan fasilitasi melalui Direktorat Jenderal Diplomasi Kebudayaan.

"Kalau karyanya lolos, diundang ke luar negeri. Kita ada skema travel grant (bantuan dana). Semua ini bisa diakses dengan mudah dan transparan melalui situs resmi kementerian," terangnya.

Terkait keterbatasan tempat menonton film, Irini menyebut sineas Indonesia tidak harus bergantung pada bioskop komersial di daerah. Kemenbud menawarkan alternatif ruang apresiasi film agar karya sineas dapat diakses lebih merata.

"Tidak mesti di bioskop komersial, salurannya banyak. Kita bisa bawa karya teman-teman ini untuk nonton bareng di kampus, bioskop keliling atau festival daerah. Kita harus memberi ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk menampilkan karya terbaik," pungkas Irini Dewi di Denpasar.



Simak Video "Video: Kemenbud Kucurkan Rp 9,69 M untuk Cagar Budaya Terdampak Bencana"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork