Kadisbud: Anak Gaul Harus Bisa Bahasa Bali

Hani Sofia - detikBali
Jumat, 27 Feb 2026 10:30 WIB
Foto: Kadis Kebudayaan Bali, IB Alit Suryana memberikan sambutan dalam Bulan Bahasa Bali ke-8 di KEK Kura-Kura Bali, Jumat (27/2/2026). (Hani Sofia/detikBali)
Denpasar -

Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Bali, IB Alit Suryana, menyatakan pentingnya bahasa dan aksara Bali sebagai jati diri orang Bali. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Nyurat Aksara Bali yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali dalam rangka Bulan Bahasa Bali ke-8.

Alit Suryana mengatakan bahasa Bali dan aksara Bali merupakan roh kehidupan orang Bali. Menurutnya, setiap fase kehidupan masyarakat Bali tidak terlepas dari sastra dan aksara Bali. Mulai dari sebelum lahir, saat kelahiran, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.

"Setiap napas kehidupan orang Bali selalu berkaitan dengan sastra dan aksara Bali. Itu yang harus dipahami oleh generasi muda," ujarnya.

Suryana juga menjelaskan alasan peringatan bahasa Bali jatuh pada Februari berkaitan dengan penetapan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh UNESCO. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya pada Februari saja, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan kerja.

Demi kelestarian bahasa Bali di generasi muda, Suryana juga mengajak para penyuluh bahasa Bali untuk menjadi tokoh yang mampu menularkan ilmu serta kecintaan terhadap bahasa dan kebudayaan Bali. Ia juga berpesan pada orang tua agar mendorong anak-anak mereka tidak malu menggunakan bahasa Bali.

"Anak Bali yang gaul itu adalah anak yang tahu dan bisa berbahasa Bali. Kedua bisa berbahasa Indonesia, dan ketiga mampu berbahasa asing," tuturnya.

Pada sambutan yang diberikan, Suryana juga memberikan apresiasi terhadap antusias generasi muda dalam lomba-lomba bahasa Bali berbasis digital yang diselenggarakan secara daring. Sekitar 1.200 peserta dari berbagai daerah termasuk Lombok, Jakarta, dan Sulawesi ikut berparti sipasi dalam lomba pembuatan cerpen, desain poster bahasa Bali, hingga film pendek bahasa Bali.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang digemari anak muda menjadi sarana yang tepat untuk memperkenalkan bahasa dan aksara Bali.

"Teknologi yang disenangi anak-anak muda ini luar biasa. Mereka sangat antusias mengikuti lomba secara online, mulai dari cerpen, desain poster bahasa Bali, sampai film pendek berbahasa Bali," ujar Suryana.



Simak Video "Video: LPS Yakin Generasi Muda Bawa Perekonomian Indonesia Lebih Maju"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork