Magisnya Tradisi Perang Api di Desa Adat Duda

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Minggu, 15 Feb 2026 21:32 WIB
Sejumlah pria melaksanakan tradisi Siat Api di Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, Minggu (15/2/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Suasana menjadi magis saat krama atau warga Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, melaksanakan tradisi Siat Api (perang api). Puluhan pria bertelanjang dada dengan bawahan kain poleng saling serang sembari membawa api yang membara.

Meski begitu, tak ada dendam yang dicurahkan para peserta saat tradisi perang api itu digelar. Sebelum dimulai, mereka juga menjalani prosesi pembersihan di Pura Puseh dan Dalem. Tujuannya untuk memohon keselamatan agar Siat Api berjalan lancar.

"Seluruh peserta pikirannya harus bersih dan ikhlas melaksanakan tradisi ini. Jika tidak, maka peserta yang terkena api akan mengalami luka bakar," ujar Bendesa Adat Duda, Jro Komang Sujana, saat ditemui di sela-sela Siat Api, Minggu (15/2/2026) malam.

Prosesi Siat Api tersebut berlangsung di atas jembatan Sungai Sangsang, Desa Adat Duda. Tradisi ini digelar sekali dalam setahun, tepatnya sebelum upacara Usaba di Pura Delem Desa Adat Duda.

Sejumlah pria melaksanakan tradisi Siat Api di Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, Minggu (15/2/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)

"Dulu kami pernah menggeser lokasi tradisi Siat Api ke tempat lain, tapi banyak peserta yang mengalami luka bakar. Sehingga kembali dilaksanakan di jembatan Sungai Sangsang hingga saat ini," imbuhnya.

Jro Sujana menuturkan peserta Siat Api dibagi menjadi dua kelompok sama jumlahnya. Adapun, sarana perang api menggunakan daun kelapa kering yang dibakar (prakpak). Setelah menerima aba-aba dari panitia, Siat Api dimulai. Kedua kelompok saring serang menggunakan prakpak tersebut.

Bagi warga Desa Adat Duda, tradisi Siat Api bertujuan untuk menetralisir sifat-sifat negatif dalam diri jelang Usaba Pura Dalem. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut juga dimaknai sebagai pembersihan alam semesta secara niskala.

"Tradisi ini juga sebagai bentuk pengendalian ego dan emosi yang ada di dalam diri. Meskipun saling serang dengan api, setelah selesai seluruh peserta akan saling rangkul kembali," ucap Jro Sujana sembari berharap rangkaian upacara Usaba Pura Dalem berjalan lancar.



Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork