Stan Manik Suling Pamerkan 12 Jenis Alat Musik Bali di PKB 2022

Stan Manik Suling Pamerkan 12 Jenis Alat Musik Bali di PKB 2022

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Senin, 20 Jun 2022 10:33 WIB
1.

Stan Manik Suling Pamerkan 12 Jenis Alat Musik Bali di PKB 2022

Stan Manik Suling Pamerkan 12 Jenis Alat Musik Bali di PKB 2022
Foto: Pengunjung tampak antusias mencoba berbagai alat musik yang ditampilkan di stan Manik Suling dan Putri Ayu pada Minggu (19/6/2022) di Art Center Denpasar, Bali. (Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Denpasar -

Stan Manik Suling dan Putri Ayu memamerkan 12 jenis alat musik khas Bali tampak ramai dikunjungi masyarakat di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44, pada Minggu (19/6/2022). Mulai anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mencoba berbagai alat musik khas Bali yang ditampilkan di stan tersebut.

Salah satu pengunjung yang tampak asik bermain alat musik cengceng, yakni Kadek Agus mengaku senang bisa menjumpai berbagai alat musik khas Bali ini. "Senang rasanya bisa coba alat musik di sini. Pilihannya juga banyak," kata Kadek Agus ketika ditemui detikBali pada Minggu (19/6/2022).

Menurutnya, selain mencari pementasan dan hiburan di PKB, ia pun jadi bisa belajar alat musik khas Bali di stan ini.


Sementara itu, ada juga pengunjung lainnya, yakni Gusti Ngurah Diana Putra yang tampak fasih memainkan seruling di stan tersebut.

"Stan ini bagus sekali dan perlu dikembangkan lagi. Apalagi untuk orang-orang yang suka seni dan musik seperti saya ini ya senang sekali bisa mampir ke stan ini," jelasnya.

Menurutnya, tak hanya berbagai alat musiknya saja yang menarik perhatiannya, namun wayang kulit hingga tapel barong pun tak kalah menarik.

"Baru kali ini saya lihat stan yang lengkap seperti ini. Di sini saya bisa mencoba mainkan alat musik sekaligus dapat edukasi juga karena alat-alat musik ini mulai jarang ditemui," ungkap Gusti Ngurah Diana Putra.

Pemilik stan Manik Suling dan Putri Ayu, I Nyoman Purwayasa atau yang biasa disapa Manik Suling mengaku total sebanyak 12 jenis alat musik ditampilkan dalam pameran yang digelar selama kurang lebih sebulan lamanya tersebut.

Beberapa alat musik yang dirinya maksud, diantaranya suling, rindik, rebab, mainan suara burung dari bambu, klentit bambu, mainan kicik-kicik pengantar musik hingga kroncong bambu.

"Kami ingin menunjukkan bahwa seni itu adalah suatu kesatuan dan ada berbagai bagian-bagian di dalamnya. Kami juga ingin melestarikan seni dan budaya yang dimiliki," katanya.

Menurutnya, antusias pengunjung pun bagus sekali dan berasal dari berbagai kalangan.

"Banyak juga tamu internasional yang mampir dan mereka sangat tertarik dengan apa yang ditampilkan di stan. Ada yang beli wayang untuk koleksi dan ada yang membeli topeng untuk dibawa ke Jepang dan kemarin ada juga tamu yang bermain rindik. Di sini kami ingin menunjukkan bahwa seni harus dikenalkan kepada semua kalangan dan khususnya wisatawan internasional untuk promosi pariwisata," terangnya.

Selain memberikan edukasi terkait alat-alat musik khas Bali, beberapa koleksi alat musik di stan tersebut juga dijual mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 1,2 juta.

"Kami juga beberapa kali mengadakan pembuatan suling dan wayang kulit di stan. Kegiatan ini juga bisa disaksikan langsung oleh pengunjung secara gratis," tambahnya.