detikBali

Antrean Tiga Jam di SPBU Berkurang Jadi Satu Jam

Terpopuler Koleksi Pilihan

Antrean Tiga Jam di SPBU Berkurang Jadi Satu Jam


Fabiola Dianira - detikBali

Situasi di SPBU Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Sabtu (17/10/2026).
Foto: Situasi di SPBU Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Sabtu (17/10/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Sistem ganjil-genap mulai diberlakukan di seluruh SPBU di Provinsi Bali untuk mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM). Pada hari pertama penerapannya, Sabtu (17/10/2026), masyarakat terlihat tertib mengikuti arahan petugas. Di SPBU Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, antrean tiga jam di hari sebelumnya kini berkurang menjadi satu jam.

Di SPBU, terlihat sejumlah personel polisi dan TNI berjaga untuk mengatur lalu lintas sekitar dan mengarahkan kendaraan berpelat nomor ganjil masuk ke antrean pengisian BBM. Antrean kendaraan yang hendak mengisi Pertalite dan Pertamax juga dipisahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga, Samuel, mengaku sudah mengetahui pemberlakuan sistem ganjil-genap melalui media sosial. Ia pun bisa mengisi BBM karena pelat nomor kendaraannya ganjil, sesuai aturan untuk hari ini.

"Sudah tahu, kebetulan dari malam sempat dapet dari TikTok juga, dari Instagram juga. Ada ganjil-genap dan juga pelat saya hari ini juga pelat ganjil, jadi bisa ngisi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Samuel mengaku di hari sebelumnya harus mengantre hingga tiga jam untuk mendapatkan BBM. Namun, pada hari pertama penerapan ganjil genap, waktu antreannya berkurang menjadi sekitar satu jam.

"Dulu saya hari Selasa sama hari Kamis antre dan itu panjang banget karena nggak ada ganjil genap. Jadi antre bisa sampai satu kilometer lebih. Kalau ini tadi, mungkin kalau jarak nggak terlalu ngitung, tapi sejam tadi ngisi," tutur mahasiswa tersebut.

Selain waktu antre, Samuel juga merasakan perbedaan pada jumlah BBM yang bisa dibeli. Kini, pembelian Pertalite untuk sepeda motornya dibatasi maksimal tiga liter.

Menurutnya, penerapan ganjil-genap merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi antrean panjang di SPBU.

"Kalau untuk mengatasi kepanjangan antri ini menurut saya strategi yang sangat bagus dari pemerintah. Karena dengan menerapkan sistem ini motor bisa berkurang setengah mungkin dari sebelum-sebelumnya," imbuhnya.

Berbeda dengan Samuel, pengemudi ojek online (ojol) bernama Stefanus justru mengeluhkan penerapan sistem ganjil-genap. Pasalnya, pelat nomor motornya genap, sedangkan tangki BBM kendaraannya sudah kosong dan ia harus tetap bekerja.

"Susah, kak. Soalnya repot, apalagi bagi ojol kaya gini nih, bikin kesusahan," keluhnya.

Meski pelat nomornya baru mendapat jatah mengisi BBM besok, Stefanus tetap mencoba mengantre di barisan Pertalite. Ia mengaku masih diperbolehkan mengisi BBM oleh petugas karena penerapan aturan tersebut masih dalam tahap sosialisasi pada pagi hari.

"Iya, karena rutinitas kan, ojol kaya gini. Kalo yang ke kantoran mungkin masih bolehlah," katanya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads