Suasana di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, tampak jauh lebih lengang dibandingkan hari-hari biasanya. Kedatangan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) semakin jarang.
Dalam rentang 5 hingga 20 menit, hanya terlihat 1-2 bus melintas atau memasuki area terminal akibat terjebak kemacetan di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.
Kepadatan di jalur utama tersebut membuat jadwal kedatangan dan keberangkatan bus menuju Pulau Jawa mengalami keterlambatan hingga 3-4 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak keterlambatan ini dirasakan penumpang tujuan Yogyakarta, Yanik (32). Ia mengaku sudah bersiap di terminal sejak pukul 09.00 Wita untuk bus yang dijadwalkan berangkat pukul 11.00 Wita. Namun, armada baru tiba empat jam kemudian.
"Jam 9 pagi udah siap-siap. Katanya jam 11 siang itu jadwal berangkat bus dari garasi, tapi sampai terminal baru jam 3 sore," tutur Yanik.
Perwakilan operator bus M-Trans, Bagus, menjelaskan antrean kendaraan yang meluber ke jalan utama menjadi pemicu kemacetan. Selain menghambat perjalanan, kondisi tersebut membuat armada terpaksa membagi sisa stok solar antarbus karena lamanya waktu untuk masuk ke SPBU.
"Terlambatnya sejak tiga hari yang lalu. Semenjak pasokan BBM mulai langka dan antreannya panjang, armada kita sudah mulai terlambat," kata Bagus.
Pengawas Armada PO Restu Mulya, Ayu, mengungkapkan kondisi serupa. Ia menyebut keterlambatan paling parah terjadi ketika jadwal keberangkatan bus pukul 13.00 Wita bergeser hingga pukul 23.00 Wita. Meski demikian, para penumpang memilih tetap sabar menunggu di terminal.
"Sudah ada tiga hari lalu lah. Kemarin itu yang paling parah, bus yang harusnya berangkat jam 1 siang baru bisa diberangkatkan jam 11 malam," terang dia.
Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, menegaskan operasional terminal masih berjalan normal meski terdapat kendala dalam perjalanan bus untuk tiba tepat waktu. Menurutnya, rata-rata keterlambatan mencapai 3-4 jam. Bahkan, ada armada yang terpaksa menunda keberangkatan hingga keesokan harinya.
"Ada keterlambatan bagi bus, jadi terlambat datang dan otomatis terlambat juga untuk berangkat. Bebrapa waktu lalu ada yang sampai cancel keberangkatannya dan diundur besoknya," kata Dewa Tantara.
Berdasarkan data pengelola terminal, pergerakan bus AKAP terus menurun. Jumlah kedatangan bus yang mencapai 92 unit dengan 2.272 penumpang pada Senin (13/10) merosot menjadi 42 bus dengan 967 penumpang pada Rabu (15/10).
Penurunan juga terjadi pada keberangkatan bus dari Bali. Jumlahnya menyusut dari 73 unit dengan 1.502 penumpang menjadi 62 unit dengan 1.264 penumpang pada periode yang sama.