Bahlil Sindir Bakrie yang Masih Ajukan Impor Solar

Ignacio Geordi Oswaldo - detikBali
Selasa, 13 Okt 2026 08:11 WIB
Bahlil Lahadalia. (Foto: Ignacio Geordy Oswaldo)
Denpasar -

Pemerintah telah menyetop impor solar berkat penerapan program biodiesel B50. Namun, PT Kaltim Prima Coal (KPC), perusahaan tambang batu bara milik Grup Bakrie, justru masih mengajukan izin impor bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal itu saat menghadiri Rakernas III HIPPI Tahun 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin kemarin. Bahlil bahkan mengaku ingin mencoret pengajuan impor solar dari perusahaan tersebut.

"Kemarin aku baca nih, ajukan lagi KPC ini untuk BBM (impor), aku mau coret, aduh kawan lagi gitu loh. Ini beratnya di situ gitu loh," kata Bahlil, dilansir dari detikFinance, Selasa (13/10/2026).

KPC merupakan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), bagian dari Grup Bakrie. Pernyataan Bahlil itu disampaikan di hadapan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Bakrie yang juga menjabat sebagai petinggi Bakrie Group.

"Jadi solar kita tidak lagi impor, sudah clear, terkecuali perusahaannya Pak Anin untuk tambang. Aku mau coret, aduh kawan lagi ini, tapi kawan ini tidak paham-paham juga," ujarnya dengan nada bercanda.


(dpw/dpw)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork