Harga bunga jelang Hari Raya Galungan-Kuningan di Kabupaten Klungkung, Bali, sudah mulai naik di ladang petani. Harga bunga gemitir menjadi Rp 25 ribu/kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 10 sampai Rp 15 ribu/kg, sedangkan bunga pacar Rp 20 ribu/kg.
"Sudah mulai naik menjadi Rp 25 ribu per kilo. Semoga terus naik," kata Wayan Feri (20), seorang petani muda di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung saat ditemui detikBali di ladang bunganya, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Feri menanam bunga gemitir di lahan seluas 35 are. Ia mengaku baru menanam sekitar satu bulan lalu dan kini tengah mempersiapkan panen untuk kebutuhan Hari Raya Kuningan.
"Kalau gemitir saya ini baru sekitar satu bulan. Sekitar 20 hari lagi sudah bisa panen. Jadi bisa untuk Kuningan," terangnya.
Kenaikan harga biasanya dipengaruhi oleh faktor tingginya permintaan. Namun saat hasil panen berkurang, harga bisa lebih tinggi mencapai Rp 50 ribu/kg sampai Rp 60 ribu/kg.
"Memang harga bunga ini turun naiknya cepat. Tidak menentu. Semoga harga baik-baik saja," jelas Feri.
Petani bunga yang berladang di Desa Tojan biasanya menjual bunganya di Pasar Galiran Klungkung. Kata Feri, harga ditentukan di pasar. Sebagai petani, biasanya mereka mengikuti harga beli di pasar.
Tak jauh dari ladang Wayan Feri, petani bunga pacar Wayan Suparta (55) menerangkan jika kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh banyak dan tidaknya bunga yang beredar di pasar.
"Kalau lagi banyak, biasanya harga tetap atau bisa turun. Kalau sedikit seperti sekarang, bisa naik. Ini saya belum jual, baru mulai metik. Tapi kabarnya sudah naik jadi Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram," terang Suparta.
(nor/nor)










































