Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 telah berlangsung pada 28-30 Mei 2026. Dalam penyelenggaraan tiga hari tersebut panitia mencatat potensi transaksi sebesar Rp 6,9 triliun.
"Seiring dengan BBTF 2026 yang secara resmi menutup program tiga harinya, kami dengan senang hati melaporkan perkiraan nilai transaksi sebesar Rp 6,9 triliun rupiah," ujar Chairman BBTF 2026 I Putu Winastra, Sabtu (30/5/2026).
Winastra menjelaskan target transaksi tahun ini sebenarnya diturunkan karena strategi pasar yang lebih banyak menyasar buyer dari negara-negara jarak dekat (short-haul market) di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global.
"Itu makanya menjadi penurunan, tapi dengan 6,9 T itu, itu sudah menjadi potensi transaksi yang sangat luar biasa, above our expectation. Karena di situasi yang global seperti ini," ungkapnya.
Dari sisi kerja sama bisnis, pasar Asia dan Australia masih menjadi kontributor terbesar dalam pertemuan bisnis yang berlangsung selama pameran.
"Kita secara global memang dari Asia, Vietnam, kemudian dari Australia, itu yang paling banyak," kata Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali.
Selain pasar utama tersebut, BBTF 2026 juga mencatat munculnya minat dari sejumlah pasar baru, termasuk negara-negara di Afrika.
"Mereka sangat amaze. Dengan situasi yang seperti ini dia melihat Bali masih tetap menjadi satu destinasi yang safe dan menarik untuk dikunjungi," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan arah pengembangan BBTF pada tahun depan. Penyelenggaraan BBTF 2027 akan diadakan pada 9-11 Juni dengan melibatkan tiga provinsi. Selain Bali, ada Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Baru saja Bapak Gubernur memberikan arahan kepada kita, kemungkinan BBTF 2027 akan ditingkatkan dengan slogan "Bali and Nusra Travel Fair". Itu berarti tiga provinsi akan bersatu untuk menumbuhkan acara ini untuk tahun depan," tandasnya.
BBTF 2027 akan mengusung tema "Bali and Beyond: Regenerative Travel Elevated". Tema tersebut akan mendorong pembahasan mengenai peran pariwisata dalam membangun ketahanan destinasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Simak Video "Video: Turis India Curi Hair Dryer-Box Remote TV Punya Hotel di Ubud"
(hsa/hsa)