BBTF 2026 Lampaui Target Peserta, tapi Transaksi Diprediksi Turun 12%

Fabiola Dianira - detikBali
Jumat, 29 Mei 2026 23:15 WIB
Foto: Acara Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali pada Jumat (29/5/2026). (Fabiola Dianira)
Badung -

Penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 mencatat lonjakan peserta dan buyer melampaui target panitia. Namun di balik capaian itu, potensi transaksi justru diprediksi turun hingga 12 persen akibat dampak konflik Timur Tengah dan perubahan strategi pasar wisatawan Bali.

Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Putu Winastra, mengatakan panitia terpaksa mengalihkan fokus dari wisatawan jarak jauh (long-haul market) ke pasar jarak dekat (short-haul market) di tengah situasi geopolitik global yang memengaruhi industri pariwisata.

Ia menyebut jumlah exhibitor yang hadir mencapai 286 peserta dari empat negara dan 12 provinsi di Indonesia, melampaui target awal sebanyak 250 peserta. Sementara itu, jumlah buyer juga melebihi target, dari 400 tour operator menjadi 407 tour operator dari 44 negara.

"Jadi karena memang eksibitor yang hadir melebihi target yang panitia harapkan. Dari 250 eksibitor, kita mencapai 286 eksibitor dari 4 negara dan 12 provinsi. Dan di samping itu, ada buyer dari 44 negara sebanyak 407 tour operator," ujarnya saat ditemui di acara Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali pada Jumat (29/5/2026).

Meski demikian, Winastra sempat pesimis di awal penyelenggaraan akibat situasi geopolitik global yang memengaruhi industri pariwisata. Panitia kemudian mengubah strategi pasar dengan lebih menyasar wisatawan dari negara jarak dekat (short-haul market) dibanding pasar jarak jauh (long-haul market).

"Kita men-shifting daripada market-market yang akan kita cari. Instead of kita mencari long-haul market, kita mencoba mencari yang short-haul. Oleh karenanya, tahun ini lebih banyak yang hadir adalah ASEAN dan Asia Afrika," jelasnya.

Dari sisi jumlah buyer, ia menuturkan, sebenarnya target telah terlampaui. Namun, karakter pasar short-haul berbeda dengan long-haul sehingga potensi transaksi diperkirakan menurun.

Perbedaan utama terlihat dari lama tinggal wisatawan. Wisatawan long-haul umumnya menghabiskan waktu dua hingga tiga minggu di destinasi, sedangkan wisatawan short-haul rata-rata hanya tinggal maksimal satu minggu.

"Jadi yang long-haul itu bisa sampai 2-3 minggu, sedangkan yang short-haul maksimum 1 minggu. Itu yang memberikan perbedaan," imbuhnya.

Akibat perubahan komposisi pasar tersebut, target transaksi BBTF 2026 diperkirakan turun sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Terjadi penurunan sekitar 12% dari tahun lalu. Jadi target tahun ini hanya Rp 6,8 triliun, yang mana sebelumnya adalah Rp 7,6 triliun. Jadi terjadi penurunan, itu memang karena market yang kami datangkan memang berbeda dari sebelumnya," tutup Winastra.



Simak Video "Video: Turis India Curi Hair Dryer-Box Remote TV Punya Hotel di Ubud"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork