Stok minyak goreng di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB tercatat sekitar 307 ribu liter. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Maret 2026.
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, memastikan ketersediaan bahan pokok di gudang Bulog, mulai dari beras hingga minyak goreng, dalam kondisi aman menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
"Alhamdulillah, stok kita cukup aman," ujarnya, Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Regar itu menjelaskan, Bulog NTB telah mendatangkan tambahan minyak goreng dari Surabaya untuk memperkuat cadangan di daerah. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan 1447 Hijriah.
"Kami mengisi stok dari Surabaya. Jadi harga tidak ada yang tinggi, baik beras maupun minyak masih dalam kondisi normal," jelasnya.
Bulog juga memantau harga minyak goreng di pasaran, khususnya MinyaKita yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Regar menegaskan, minyak goreng yang disalurkan Bulog dijual sesuai ketentuan pemerintah.
"Minyak goreng yang disuplai Bulog harganya sesuai ketentuan. Kalau ada sedikit lebih mahal, biasanya berasal dari distributor lain," jelasnya.
Selain minyak goreng, stok beras di NTB juga dalam kondisi melimpah. Saat ini, cadangan beras di gudang Bulog mencapai sekitar 156 ribu ton.
Regar menambahkan, harga beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipatok Rp12.500 per kilogram. Di sisi lain, Bulog masih terus melakukan pengadaan beras di seluruh kabupaten/kota di NTB.
"Kami masih melakukan pengadaan di semua kabupaten/kota. Beberapa titik sudah mulai panen, walaupun memang tidak serentak," cetusnya.
Dengan stok yang tersedia dan proses pengadaan yang terus berjalan, Bulog optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, bahkan beberapa bulan setelahnya, tetap terpenuhi.
"Kami pastikan stok aman sampai satu tahun ke depan. Untuk Ramadan dan Idulfitri tentu sangat cukup," tegas Regar.
Bulog NTB bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta mengantisipasi potensi lonjakan permintaan selama Ramadan.