Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Jembrana, Bali, merangkak naik memasuki bulan Ramadan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit yang menyentuh angka Rp 100 ribu per kilogram.
Lonjakan harga ini terjadi di Pasar Umum Negara, Jembrana. Peningkatan harga cabai rawit di pasar tradisional itu dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan pasokan yang tersedia. Hal itu disebabkan karena tersendatnya kiriman cabai dari Pulau Jawa.
"Kenaikan (cabai) mulai dari tiga hari lalu. Awalnya Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram. Tapi sekarang sudah Rp 100 ribu per kilogram," ungkap salah seorang pedagang sembako, Wayan Muliada (54), saat ditemui detikBali di Pasar Umum Negara, Kamis (19/2/2026).
Selain cabai, Muliada menyebut komoditas bawang merah dan bawang putih juga ikut meroket. Harga bawang yang semula Rp 25 ribu kini melonjak menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
Muliada mengaku tidak tahu pasti penyebab teknis kenaikan harga bahan pokok tersebut. Namun, ia menyebut kondisi ini kerap terjadi setiap memasuki bulan Ramadan. Selain harga yang mahal, stok barang pun sulit didapat.
Simak Video "Video Cerita Warga Jembrana Pulang Umrah saat Timur Tengah Berkecamuk"
(iws/iws)