Cuaca Tak Menentu, Okupansi Penginapan di Sembalun Turun Selama Libur Nataru

Lombok Timur

Cuaca Tak Menentu, Okupansi Penginapan di Sembalun Turun Selama Libur Nataru

Sanusi Ardi W - detikBali
Sabtu, 03 Jan 2026 22:30 WIB
Cuaca Tak Menentu, Okupansi Penginapan di Sembalun Turun Selama Libur Nataru
Suasana penginapan Sahabat RinjaniΒ di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Sabtu (3/12/2025). (Foto:Β Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Okupansi penginapan di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menurun selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Cuaca yang tak menentu disinyalir menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisatawan yang berdampak terhadap rendahnya tingkat hunian penginapan.

Hal itu diungkapkan Mertawi, pemilik Nyampon Villa di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur. Menurutnya, kunjungan turis selama Nataru kali ini menurun hingga 30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibandingkan tahun lalu tahun, ini agak kurang. Meskipun pada malam tahun baru kamar di tempat saya ini full terisi semua, tapi penurunannya sangat terasa," ujar Mertawi saat ditemui detikBali, Sabtu (3/12/2026).

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu dan hujan deras akhir-akhir ini menjadi penyebab merosotnya kunjungan wisatawan ke Sembalun. Selain itu, Mertawi menilai beredarnya video-video tentang 'gunung menangis' hingga banjir di media sosial (medsos) juga menjadi faktor turunnya jumlah turis ke sana.

ADVERTISEMENT

"Tamu mulai sepi sejak pertengahan Desember, kendaraan di jalan raya juga terlihat agak sepi. Menurut saya ini karena cuaca yang tidak menentu selain itu pemberitaan tentang gunung menangis. Padahal, itu sudah biasa setiap tahun ketika hujan lebat," kata Mertawi.

"Video di medsos yang menarasikan secara berlebihan terkait banjir juga menjadi salah satu penyebab kunjungan berkurang," sambungnya.

Rahmat Hidayat setali tiga uang. Pemilik penginapan dan camping ground Sahabat Rinjani Desa Sajang itu menyebut jumlah wisatawan kali ini tidak seramai tahun lalu.

"Kalau tahun lalu full, kamar semua terisi, camping ground semuanya full. Tapi tahun ini agak kurang," ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, beberapa tamu yang sudah melakukan reservasi tidak jadi datang dengan alasan cuaca yang tidak menentu. Padahal, mereka sudah membayar uang dimuka atau down payment (DP).

"Kalau tamu cancel, biasa saya suruh atur jadwal ulang karena sudah bayar DP, ketika hari yang sudah ditentukan tiba-tiba datang hujan lebat," kata Rahmat.

Pantauan detikBali pada Sabtu siang, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Sembalun tampak lengang. Cuaca hari ini tampak mendung disertai gerimis.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Menikmati Belanja Pagi di Pasar Sembalun dengan Panorama Gunung Rinjani"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads