Luapan air dari saluran drainase mewarnai sejumlah ruas jalan di Kota Tabanan setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama sekitar satu jam, Selasa (27/10/2026) siang. Genangan yang muncul di jalan utama ini menjadi perhatian di tengah kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
Salah satu titik genangan terlihat di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan kantor PLN Tabanan. Air meluap hingga menutupi sebagian badan jalan dan membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa terjadi di Jalan Pulau Menjangan. Limpasan air dari drainase menggenangi permukaan jalan, meski kendaraan masih dapat melintas dan tidak sampai terjadi banjir parah.
Agung Teguh (36), salah satu warga yang menepi di Jalan Pulau Menjangan mengatakan genangan terlihat di beberapa titik jalan menuju pusat Kota Tabanan seusai hujan deras. Menurut dia, air sempat meluap ke badan jalan, tetapi kondisinya belum sampai menghambat kendaraan secara total.
"Airnya meluap, sempat menggenangi jalan, tetapi tidak sampai banjir parah. Kendaraan masih bisa melintas," ujarnya.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim hujan. Regu penanganan disiagakan selama 24 jam secara bergiliran, dengan masing-masing regu beranggotakan 10 personel.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan pihaknya juga menyiapkan personel cadangan yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu ketika terjadi kondisi darurat.
Penanganan genangan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), terutama apabila air tidak kunjung surut. Langkah yang dapat dilakukan meliputi penyedotan air hingga penanganan saluran drainase yang tersumbat.
"Kalau terjadi genangan dan air surutnya lambat, kami berkoordinasi dengan PU untuk melakukan penyedotan air. Jika ditemukan saluran tersumbat, penanganannya juga dikoordinasikan lintas organisasi perangkat daerah (OPD)," jelasnya.
Srinadha Giri menambahkan BPBD telah menyiapkan mesin penyedot air dan peralatan pendukung lainnya. Dukungan alat berat juga dapat diupayakan apabila dibutuhkan dalam penanganan di lapangan. Kesiapsiagaan ini diharapkan mempercepat respons ketika terjadi bencana akibat cuaca ekstrem.