Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji memuji tiga animator Film "Jumbo" yang pernah menimba ilmu di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar yang berada di bawah Kementerian Perindustrian. Hal itu memantik niatnya untuk mengembangkan industri digital termasuk animasi.
Hal itu disampaikannya dalam kunjungannya ke BDI Denpasar, Sabtu (24/10/2026) sore. Dalam kesempatan itu, Sarmuji menilai Indonesia memiliki potensi industri animasi yang besar.
"Tadi sudah terbukti film Jumbo, ternyata punggawanya 3 orang dari lulusan Balai Diklat Denpasar ini. Itu tentu kalau itu dikembangkan, menjadi potensi yang sangat besar bagi Indonesia," ujar Sarmuji.
Film yang tayang pada Maret 2025 itu menjadi salah satu karya film animasi ternama produksi anak bangsa. Hal itu membuat Sarmuji menilai industri animasi yang tengah berkembang mampu dijadikan sektor industri padat karya.
"Saya yang agak surprised itu, ternyata teknologi digital itu tidak semata-mata padat modal, padat teknologi saja, tetapi juga pada karya, termasuk animasi itu ternyata padat karya, menyerap tenaga kerja yang banyak," tuturnya.
Sehingga, Sarmuji mengajak anak-anak di tingkat sekolah yang memiliki minat pada dunia animasi untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan seperti BDI. Balai Diklat Industri Denpasar memang menyediakan pelatihan di bidang teknologi meliputi animasi 2D, animasi 3D, pemrograman web, pemasaran digital, serta beragam bidang lainnya.
"Jadi anak-anak SMK di sekitar sini juga bisa memanfaatkan Balai Diklat ini untuk tambahan pelajaran dan memperkuat kompetensinya masing-masing," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji juga turut mengecek anak-anak SMK yang menjadi peserta pelatihan animasi di BDI Denpasar.
Simak Video "Sarmuji Bicara Masa Depan Industri Indonesia"
(nor/nor)