Kemendikdasmen Buka Seleksi CPNS Guru 2027, Ini Daerah yang Diprioritaskan

Trisna Wulandari - detikBali
Minggu, 25 Okt 2026 07:00 WIB
Ilustrasi CPNS. Foto: Istimewa
Denpasar -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk guru mulai 2027. Jumlah formasi akan ditentukan berdasarkan kebutuhan tenaga pendidik di setiap daerah, dengan wilayah yang mengalami kekurangan guru terbanyak mendapat prioritas.

"Nah terkait dengan seleksi, formasi seleksi 2027, itu akan disesuaikan dengan, yang pertama karena tidak bisa satu kali tarikan seleksi di tahun 2027, maka akan beberapa prioritisasi," ucapnya pada live Instagram NgoPi: Ada Apa dengan Penataan Guru ASN di 2027, dilansir detikEdu.


Jawa Barat Jadi Prioritas Formasi CPNS Guru

Nunuk menyebut penentuan formasi tidak akan disamaratakan untuk seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah akan melihat kebutuhan guru di masing-masing daerah sebelum menetapkan jumlah formasi yang tersedia.

Daerah dengan kekurangan guru paling besar berpeluang memperoleh formasi lebih banyak. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki kebutuhan tenaga pendidik tertinggi.

"Jadi tidak pukul rata se-Indonesia, 'sekian, persentase sekian; tapi berdasarkan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing daerah. Jadi kalau daerah itu kebutuhannya banyak, dia yang akan diberi formasi paling banyak," ucapnya.

Selain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga masuk dalam tiga daerah dengan kebutuhan guru terbesar.

"Sebagai informasi, yang paling besar butuh itu Jawa Barat. Kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur, itu yang paling banyak. Tiga besarnya. Nah nanti kita akan prioritisasi," sambungnya.

Formasi Juga Disesuaikan dengan Kebutuhan Mata Pelajaran

Selain mempertimbangkan kebutuhan guru di setiap daerah, Kemendikdasmen akan melihat kekurangan tenaga pendidik berdasarkan mata pelajaran tertentu.

"Jadi nanti tentu akan berdampak kepada teman-teman non-ASN. Misalnya yang sekarang tersedia banyak yang non-ASN itu, ternyata kemarin belum dapat formasi, karena memang belum ada kebutuhan. Itu misalnya Bahasa Inggris, misalnya saja, ternyata di Jawa, di Medan, itu Bahasa Inggris sedang tidak banyak kebutuhan. Maka akan prioritisasi mata pelajaran yang lain," terang Nunuk.

Ia menambahkan, perhitungan kekurangan guru secara nasional telah mencakup 178 ribu guru non-ASN.

Pengangkatan Guru PNS Dilakukan Bertahap

Terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti sebelumnya menyatakan sudah sudah mengusulkan road map pengangkatan guru kepada pimpinan DPR RI dan Kementerian Keuangan. Berdasarkan usulan road map tersebut, pengangkatan guru PNS disebut Mu'ti akan akan dilakukan secara bertahap.

"Memang nanti road map-nya itu, 2027 kita akan mengangkat 30% dari kebutuhan 464 ribu (kebutuhan guru), kemudian 30% lagi di tahun 2024, dan 2029 (sebanyak) 40%," ungkapnya pada Raker Komisi X DPR RI dengan Mendikdasmen, dikutip dari tayangan ulang TVR Parlemen, Selasa (22/9/2026).

Mu'ti menggarisbawahi, angka tersebut masih dinamis karena setiap tahun ada guru yang pensiun.

"Di sinilah kemudian data itu kami buat secara dinamis yang mudah-mudahan nanti secara bertahap dapat kami lakukan pemenuhan jumlah guru," sambungnya.



Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork