Menko Zulhas Harap PSEL Bali Beroperasi 2027, Bisa Terangi 50 Ribu Rumah

Muhammad Izzul Wafa - detikBali
Kamis, 15 Okt 2026 23:15 WIB
Foto: Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), saat memberikan sambutan di acara Gala Dinner PIT ISOI XXII 2026 di Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Kamis (15/10/2026). (Foto: Izzul Wafa/detikBali)
Denpasar -

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berharap fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali dapat segera beroperasi untuk membantu mengatasi persoalan sampah mulai 2027. Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari, menyerap 2.000 tenaga kerja, dan menerangi 50.000 rumah.

Harapan itu disampaikan Zulhas saat menghadiri Gala Dinner Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia ke-22 (PIT ISOI XXII 2026) di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026) malam. Kedatangannya disambut langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam sambutannya, Zulhas lebih dulu menyinggung pentingnya menjaga laut Indonesia sebagai sumber pangan, kekayaan, dan keanekaragaman hayati. Ia berharap pertemuan para sarjana oseanologi dapat berkontribusi terhadap upaya menjaga laut dari kerusakan, termasuk akibat sampah.

Ia kemudian menyinggung proyek pengolahan sampah menjadi energi di Bali yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

"Mudah-mudahan tahun depan, 2027, mudah-mudahan bisa sudah jadi. Oktober, November sudah jadi," ujar Zulhas.

Pemerintah sebelumnya memulai pembangunan fasilitas PSEL Denpasar Raya di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, pada Juli 2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari program percepatan pengolahan sampah menjadi energi listrik yang didorong pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Dalam proyek tersebut, fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari. Pembangunannya diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.

Zulhas menyebut fasilitas itu berpotensi menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50.000 rumah. Proyek tersebut juga diperkirakan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.

"Kalau jadi, itu bisa mengurangi sampah 1.500 ton sehari. Jadi sampah diolah jadi listrik bisa menerangi 50.000 rumah. Menyerap kira-kira 2.000 tenaga kerja," katanya.

Menurut Zulhas, sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila ditangani dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat.

"Jadi sampah yang musuh bisa kita olah dengan baik kalau kita tahu ilmunya, tahu caranya," ujarnya.



Simak Video "Video Zulhas: Kita Harus Swasembada Pangan karena Itu Kehormatan Petani RI"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork