Sebanyak 24 sekolah di Kabupaten Badung (Pemkab) mendapat bantuan perbaikan pada 2026. Program revitalisasi tersebut menyasar sarana sekolah yang mengalami tingkat kerusakan ringan.
"Untuk tahun 2026, Pemkab Badung mendapat revitalisasi yang menyasar 10 sekolah dasar, 12 PAUD, dan 2 SMP dengan kondisi tingkat kerusakan ringan," kata Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2025, Pemkab Badung menerima program revitalisasi untuk empat sekolah dengan alokasi anggaran melebihi Rp 1 miliar. Program tersebut mencakup dua SD dan dua SMP di sejumlah kecamatan.
"Pada Tahun 2025, Pemkab Badung mendapat program revitalisasi sebanyak dua SD yakni SD 3 Abiansemal dan SD 1 Bongkasa Pertiwi; serta dua SMP yakni SMP Negeri 3 Kuta Selatan dan SMP Negeri 2 Petang dengan total anggaran Rp 1 miliar lebih," ujar Dwipayana.
Selain perbaikan fisik, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) juga terus diperluas hingga ke ratusan satuan pendidikan. Pemanfaatan perangkat digital ini ditinjau langsung oleh jajaran pemerintah daerah di SD No. 3 Abiansemal.
"Perangkat PID sendiri telah tersebar ke 559 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten Badung," imbuhnya.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta (Gus Bota) sebelumnya sempat meninjau hasil perbaikan fasilitas di SD Negeri 3 Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, pada Rabu (14/10). Ia melihat langsung kondisi sejumlah fasilitas sekolah seperti ruang kepala sekolah, ruang guru, dan perpustakaan.
"Fasilitas sekolah yang mendapat program revitalisasi meliputi ruangan kepala sekolah, ruangan guru, dan ruangan perpustakaan sekolah agar peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan representatif," kata Gus Bota dalam keterangannya.
Pemkab Badung menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas terlaksananya program tersebut. Program ini dinilai memberikan dampak langsung bagi peningkatan mutu sarana pendidikan di daerah.
Pemkab Badung juga mendorong para tenaga pendidik memanfaatkan teknologi PID secara optimal dalam proses mengajar. Sinergi dengan pemerintah pusat akan terus diperkuat guna mendukung penguatan kompetensi guru.
"Kami berharap teknologi ini benar-benar dimanfaatkan oleh para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berkualitas," ungkap politikus PDIP itu.