Direktur utama PT Pertamina (Persero) saat ini dijabat oleh Simon Aloysius Mantiri. Tercatat, ia diangkat secara resmi menjadi direktur Pertamina sejak 4 November 2024 melalui putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) oleh Menteri BUMN Erick Thohir dengan nomor surat SK-258/MBU/11/2024, menggantikan pejabat sebelumnya, Nicke Widyawati.
Sebelum menjadi Dirut, Simon sempat menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina sejak Juni 2024. Di balik posisinya sebagai pimpinan perusahaan energi milik negara, Simon memiliki latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman di sektor bisnis serta politik. Berikut profil dan harta kekayaan Simon Aloysius Mantiri.
Profil Simon Aloysius Mantiri
Simon Aloysius Mantiri lahir di Tomohon, Sulawesi Utara, pada 3 Oktober 1979. Ia merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB).
Simon menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Teknik Kelautan ITB pada 2003. Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di kampus yang sama melalui School of Business and Management dan meraih gelar MBA.
Pada 2023, Simon mengikuti program Rising Public Leaders di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ia juga pernah mengikuti program pendidikan eksekutif di Tsinghua University, China.
Perjalanan Karier Simon Aloysius Mantiri
Setelah lulus dari ITB pada 2003, Simon memulai karier profesional sebagai engineer di China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), perusahaan minyak dan gas asal China.
Ia bekerja di blok South East Sumatera. Ia terlibat aktif dalam banyak proyek industri migas seperti eksplorasi, eksekusi dan manajemen migas.
Sebelum menjadi Direktur Utama Pertamina, Simon sudah masuk ke dalam jajaran pejabat perusahaan milik negara tersebut. Pada Juni 2024, Simon ditunjuk sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), menggantikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengundurkan diri.
Tak hanya aktif bekerja di di bidang teknik perminyakan, ia juga aktif di dunia perpolitikan. Tercatat ia pernah menjabat sebagai bendahara Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra hingga 2020.
Saat presiden Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Simon diminta untuk mengundurkan jabatan dari partai politik karena bergabung dengan Kementerian Pertahanan.
Pada Pemilihan Presiden 2024, Simon terlibat dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran sebagai wakil bendahara. Keterlibatannya di bidang politik menjadi bagian lain dari rekam jejaknya sebelum memimpin Pertamina.
Kekayaan Simon Aloysius Mantiri
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Simon terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Maret 2025. Berdasarkan LHKPN terakhir, total harta kekayaan Simon tercatat sebesar Rp 42.293.300.000.
Kekayaan tersebut meliputi tanah bangunan, kendaraan, surat berharga kas, hingga harta bergerak lainnya. Berikut rincian harta kekayaan Simon Aloysius Mantiri Berdasarkan laman e-LHKPN KPK:
A. Tanah dan Bangunan
Jumlah: Rp 7.734.750.000
Terdapat tujuh lokasi tanah dan bangunan yang tercatat dengan hasil sendiri, diantaranya tanah bangunan seluas 600 meter persegi di kota Bogor senilai Rp 534.750.000, dua tanah dan bangunan di Jakarta timur seluas 54 dan 101 meter persegi dengan masing-masing harga Rp 1.200.000.000 dan Rp 1.800.000.000.
Selain itu, Simon juga memiliki harta empat tanah yang tersebar di Jakarta Timur dan kota Tomohon senilai Rp 100 juta hingga Rp 2 miliar.
B. Alat Transportasi dan Mesin
Total kendaraan yang dimiliki Simon sebanyak delapan buah dengan hasil sendiri senilai Rp 2.560.000.000. Berikut Rinciannya
1. Motor tahun senilai rp 350.000.000
2. Mobil, Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018 senilai rp 380.000.000
3. Mobil, Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018 senilai rp 360.000.000
4. Mobil, Toyota Camry tahun 2020 senilai rp 2025 370.000.000
5. Mobil, Mazda Biante tahun 2017 senilai rp 210.000.000
6. Mobil, Toyota Alphard tahun 2013 senilai rp 290.000.000
7. Motor, BMW R 1250 GS tahun 2019 senilai rp 500.000.000
8. Mobil, Toyota Camry tahun 2011 senilai rp 100.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
Jumlah: Rp 150.000.000
D. Surat Berharga
Jumlah: Rp 7.728.000.000
D. Kas dan Setara Kas
Jumlah: Rp 24.120.550.000
Total Harta Kekayaan
Rp 42.293.300.000
Simak Video "Video: Dirut Pertamina Datang ke Kemenkeu, Purbaya Bilang Mau Bahas Kilang"
(nor/nor)