detikBali

BBM Langka, Disdikpora Badung Minta Sekolah Antisipasi Gangguan Belajar

Terpopuler Koleksi Pilihan

BBM Langka, Disdikpora Badung Minta Sekolah Antisipasi Gangguan Belajar


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Antrean mengular hingga ke jalan di sekitar SPBU Kapal, dan kepadatan pengendara motor saat akan mengisi pertalite hingga malam ini, Senin (12/10/2026).
Foto: Antrean mengular hingga ke jalan di sekitar SPBU Kapal, Senin (12/10/2026). (Dok. Agus Eka/detikBali)
Badung -

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mengeluarkan edaran resmi untuk mengantisipasi potensi gangguan pembelajaran akibat lonjakan konsumsi BBM yang memicu antrean panjang dan keterbatasan pasokan di SPBU sejak Senin (12/10/2026).

Imbauan ini diterbitkan guna merespons potensi kendala mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, baik di TK, SD dan SMP, agar kegiatan belajar mengajar mulai Rabu (14/10/2026) dan seterusnya tetap berjalan lancar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami minta seluruh kepala satuan pendidikan mengambil langkah strategis dan responsif sesuai kondisi wilayah masing-masing. Yang paling utama adalah keberlangsungan layanan pendidikan bagi para siswa tetap terjaga," ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).

Disdikpora menekankan satuan pendidikan yang masih memungkinkan menggelar pembelajaran tatap muka diminta tetap melaksanakannya dengan menyesuaikan kondisi mobilitas guru dan siswa. Di samping itu, sekolah diinstruksikan memantau dan mendata warga sekolah jika ada yang mengalami kendala kehadiran.

ADVERTISEMENT

"Sekolah yang masih bisa tatap muka silakan lanjut sebagaimana mestinya, tapi kepala sekolah boleh mengambil kebijakan penyesuaian (pola pembelajaran). Kami juga instruksikan agar data juga guru dan siswa yang terdampak beserta langkah penanganan yang diambil," kata Dwipayana.

Disdikpora Badung, kata Dwipayana, menegaskan kebijakan penyesuaian pembelajaran ini dilakukan proporsional dan sifatnya sementara. Langkah antisipatif ini akan terus dievaluasi sembari melihat perkembangan ketersediaan BBM dan situasi distribusi di wilayah Badung.

"Penyesuaian ini sifatnya sementara dan proporsional saja sambil kita pantau pasokan BBM di tiap area. Kami berterima kasih, kerja sama para kepala sekolah yang responsif menjaga layanan pendidikan," pungkas Dwipayana



(hsa/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads