Arab Saudi melancarkan serangan udara ke wilayah barat daya Yaman, Taiz. Media Houthi melaporkan serangan tersebut menewaskan tujuh orang dan melukai 40 lainnya.
Dilansir detikNews, Minggu (27/9/2026), saluran TV Al-Masirah milik kelompok Houthi yang didukung Iran menyatakan serangan terjadi di sebuah pasar di pusat kota Taiz.
Serangan itu terjadi beberapa menit setelah adanya laporan jet tempur Saudi menargetkan kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taiz merupakan kota besar yang dikuasai pemerintah yang diakui secara internasional. Kota itu kini berada di garis depan pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, pada Sabtu melaporkan angkatan udara Saudi melancarkan 27 serangan yang menyasar provinsi Taiz, Marib, Saada, Amran, Ibb, dan Hajjah.
Setelah bertahun-tahun berada dalam situasi yang relatif tenang, perang Yaman kembali berkobar pada Juli di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah.
Pertempuran meningkat pada September saat Houthi melancarkan serangan kilat. Serangan itu membuat mereka menguasai seluruh pesisir Laut Merah Yaman, termasuk Selat Bab al-Mandab yang merupakan jalur pelayaran vital.
Secara bersamaan, Houthi juga memberlakukan blokade terhadap ekspor energi Saudi. Sebelumnya, ekspor tersebut sudah terhambat akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Pada Sabtu kemarin, Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua pesawat nirawak (drone) Houthi yang bergerak menuju ibu kota Riyadh.
Sekolah-sekolah di Riyadh kemudian mengumumkan akan beralih ke pembelajaran jarak jauh selama satu minggu tanpa memberikan alasan.
Pengumuman tersebut berdasarkan pesan yang dikirimkan melalui surel kepada para orang tua murid dan dilihat oleh AFP.
Perang Yaman meletus pada 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dari pemerintah yang didukung Saudi.
Houthi kemudian menguasai wilayah yang luas di bagian utara negara tersebut.
Meskipun mendapat dukungan Saudi, pasukan pemerintah Yaman belum mampu memukul mundur serangan terbaru Houthi.