Warga Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, ramai-ramai mengamankan lingkungan pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Hal itu dilakukan setelah adanya informasi dugaan ancaman penyerangan terhadap seorang remaja asal Banjar Perarudan, Jimbaran.
Kepala Lingkungan Banjar Perarudan, I Made Dharmayasa, mengatakan ancaman tersebut datang dari pihak luar Jimbaran. Persoalan itu disebut bermula dari masalah perempuan dan berlanjut dengan aksi saling menantang melalui pesan WhatsApp.
"Info kemarin, masalah perempuan. Habis itu tantang-tantangan di WA, lewat chat gitu," ujarnya, Rabu (23/9/2026).
Informasi awal menyebut lokasi yang dituju berada di sekitar kawasan Ayana, tempat salah seorang warga bekerja. Kemudian, bergeser menuju sekitar kampus Universitas Udayana.
"Titik yang pertama diinfokan di dekat Ayana, di tempat kerja warga kita itu. Trus titik kedua bergeser ke kampus Unud," lanjutnya.
Mendapat informasi tersebut, warga kemudian berkumpul untuk mengantisipasi terjadinya keributan. Sekitar 100 warga ikut melakukan pengamanan lingkungan.
"Makanya warga ramai-ramai biar untuk mengamankan situasi aja sih sebenarnya kemarin. Bukan ramai-ramai mau ribut, karena infonya kan mereka mau nyerang gitu, makanya warga spontan datangnya," jelas Dharmayasa.
Setelah situasi diantisipasi, warga kemudian melaporkan dugaan ancaman tersebut ke Polsek Kuta Selatan sekitar pukul 23.30 Wita.
"Kemarin langsung sekitar jam setengah 12 langsung ke kantor polisi melaporkan kejadiannya, karena ada pengancaman di lihat di chat-nya," imbuhnya.
Dharmayasa mengatakan saat ini dugaan ancaman tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Kuta Selatan. Ia berharap pengamanan di tingkat lingkungan juga dapat diperkuat untuk mengantisipasi kejadian serupa.
"Ya kalau bisa sekarang juga Bakamda mungkin bisa dilibatkan di pengamanan tingkat lingkungan, terutama patroli 24 jam," harapnya.
Simak Video "Video Mendikti Serahkan Kasus Dugaan Bullying Timothy ke Pihak Kampus"
(nor/nor)