Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung memverifikasi ulang 16.253 data pemilih turunan dari KPU RI agar tidak langsung dijadikan data tetap. Langkah ini dilakukan lewat pencermatan, penyandingan, serta validasi bersama instansi terkait hingga pemerintah desa dan kelurahan.
"Setiap data yang kami terima wajib ditindaklanjuti dan dicermati kondisi riilnya. Kami menyandingkannya dengan data kependudukan, TNI-Polri, pemda, hingga verifikasi lapangan," kata Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Badung Ni Putu Rulyana Kusuma Wardani, Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data turunan tersebut mencakup 4.537 pemilih baru, 2.697 pemilih pindah masuk, 1.804 pemilih pindah keluar, 1.875 data Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dan 374 pemilih luar negeri. Selain itu, terdapat perubahan status 2.566 perkawinan, 2.020 Kartu Keluarga (KK), 251 nama, serta 129 tanggal lahir.
"Kami menggandeng Disdukcapil serta jajaran Kodim 1611, Polresta Denpasar, Polres Badung, dan Polres Bandara Ngurah Rai. Koordinasi ini untuk memastikan status warga yang baru menjadi anggota TNI-Polri maupun yang sudah pensiun," ujar Rulyana.
KPU Badung juga menggelar Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) untuk mendata pemilih meninggal dunia dan penyandang disabilitas. Validasi data pemilih luar negeri dan warga meninggal turut dilakukan bersama pihak kecamatan, desa, dan kelurahan melalui rapat koordinasi serta kunjungan langsung.
"Proses pencermatan dan Coktas lanjutan masih berjalan, termasuk untuk pemilih nonaktif. Kami turun langsung agar seluruh informasi terkonfirmasi sesuai kondisi sebenarnya di lapangan," tutur Rulyana.
Penataan awal Tempat Pemungutan Suara (TPS) kini mulai berjalan dengan menentukan titik koordinat lokasi di tiap desa dan kelurahan. KPU Badung juga menjadwalkan koordinasi khusus dengan Lapas Kerobokan serta Lapas Perempuan Kerobokan.
"Kami mendatangi Lapas Kerobokan dan Lapas Perempuan Kerobokan untuk pemetaan TPS Lokasi Khusus. Koordinasi berjenjang ini memastikan seluruh perencanaan TPS dan data pemilih benar-benar terverifikasi," kata Rulyana.