detikBali

Teror Ratusan Kera Resahkan Warga Desa Nyalian Klungkung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Teror Ratusan Kera Resahkan Warga Desa Nyalian Klungkung


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Seorang petani Banjar Griya, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, tengah menjaga sawahnya dari serangan kumpulan kera, Selasa (15/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Foto: Seorang petani Banjar Griya, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, tengah menjaga sawahnya dari serangan kumpulan kera, Selasa (15/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Ratusan ekor kera liar menyerang lahan pertanian milik warga di sejumlah banjar di Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali. Aksi satwa liar ini telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan dan meresahkan warga sekitar.

"Sudah lama sekali gerombolan kera ini datang merusak tanaman petani. Sampai masuk pemukiman warga," kata salah seorang petani warga Banjar Griya, Desa Nyalian, Made Gatot, saat ditemui detikBali di ladangnya, Selasa (15/9/2026).

"Jumlah ada ribuan. Tapi menyebar. Di sini dua ratusan, di sana ratusan, terus yang masuk ke pemukiman warga ratusan juga," sambung Gatot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerombolan kera ini dikatakan seolah mengetahui kondisi ladang dan permukiman warga. Sehingga kedatangan mereka terjadwal di saat sepi.

ADVERTISEMENT

"Biasanya pagi, terus jelang malam sekitar jam-jam 5 itu. Nanti ada pemimpinnya yamg besar, kalau sudah manggil teman-temannya, gerombolan berdatangan," papar Gatot sembari memandang tanaman kedelainya yang kerap dirusak kumpulan kera.

Jenis kera ini dikatakan berekor panjang dengan tubuh besar. Terkadang kawanan kera akan aktif menyerang ketika menemukan petani yang sendirian.

"Kalau kita sendiri, diserang. Tapi selama ini belum ada yang terluka," jelas Gatot.

Sementara itu, Perbekel Desa Nyalian Cokorda Gde Agung Mahaputra, menerangkan wilayah yang terdampak serangan kera ini sudah menyerang tiga banjar, yakni Banjar Gria, Pekandelan, dan Klodan.

Berdasarkan laporan warga, gerombolan kera ini mulai turun dari habitatnya di sebelah timur menuju area perkebunan dan permukiman warga sejak sekitar tiga bulan lalu.

"Jenis tanaman yang dirusak oleh kera-kera ini dari umbi-umbian, kelapa, durian, jagung, palawija, hingga padi milik petani," terang Mahaputra.

Sejauh ini, warga sudah berupaya mengusir dengan berjaga dan menembak gerombolan kera menggunakan senapan angin.

"Namun karena banyak, warga juga takut kalau terus memburu. Takutnya balik nyerang," paparnya.

Sejauh ini, belum dilaporkan adanya serangan kera yang langsung menyasar warga. "Sejauh ini belum ada. Ini juga sudah kami koordinasikan dengan pemerintah kabupaten untuk dibantu," pungkas Mahaputra.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads