Bahaya di Balik Pemusnahan Buku oleh Perusahaan AI

Nikita Rosa - detikBali
Sabtu, 08 Agu 2026 08:30 WIB
Foto: Ilustrasi penggunaan AI. (Getty Images/Prae_Studio)
Jakarta -

Perusahaan akal imitasi (AI) Anthropic memborong buku langka untuk dipindai menggunakan teknologi berkecepatan tinggi. Setelah proses digitalisasi selesai, salinan fisik asli dihancurkan untuk menghindari persoalan hak cipta.

Dilansir dari detikEdu, langkah perusahaan AI asal Silicon Valley, San Francisco Bay Area, California, Amerika Serikat (AS), itu menuai beragam tanggapan secara global, baik dari publik maupun pakar.

Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI), Joko Santoso, menilai praktik pemusnahan buku ini merupakan sinyal bahaya bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

"Jika informasi hanya mengandalkan hasil digitalisasi, siapa yang menjamin tidak ada perubahan isi? Oleh karena itu, tugas perpustakaan adalah memastikan sumber asli tetap dapat ditelusuri," ujar Joko dalam laman Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dikutip Jumat (7/8/2026).

Joko menegaskan buku cetak edisi pertama merupakan representasi autentik dari penulis. Oleh karena itu, keberadaan naskah fisik asli harus dipertahankan sebagai rujukan utama.

Joko juga menyoroti potensi monopoli data oleh perusahaan. Jika naskah fisik musnah dan data digital hanya dikuasai perusahaan, masyarakat bisa kehilangan akses informasi secara gratis.

"Jika seluruh pengetahuan beralih ke digital dan dikuasai perusahaan AI, masyarakat bisa bergantung pada layanan berbayar. Padahal, perpustakaan menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi secara gratis. Jangan sampai akses pengetahuan tidak lagi bebas karena dikuasai pihak tertentu," tegas Joko

Joko menegaskan digitalisasi memiliki peran penting. Namun, dengan catatan tujuan utamanya adalah pelestarian (preservation) dan perluasan akses publik (accessibility).

Oleh karena itu, FPDI mendorong agar isi naskah kuno dihidupkan melalui berbagai media modern, seperti multimedia, komik, dan animasi. Dengan cara tersebut, naskah kuno tetap relevan bagi generasi muda.

Artikel ini telah tayang di detikEdu. Baca selengkapnya di sini!



Simak Video "Daftar Perusahaan yang Ganti Pekerjanya dengan AI: Google-Ikea"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB