Internasional

Houthi Gempur Arab Saudi, Serangan Terbesar dalam 4 Tahun

Novi Christiastuti - detikBali
Jumat, 07 Agu 2026 15:22 WIB
Foto: DW (News)
Denpasar -

Kelompok pemberontak Houthi kembali menggempur Arab Saudi. Sedikitnya 11 orang terluka dalam serangan yang menghantam wilayah selatan Saudi. Jumlah korban itu menjadi yang terbanyak di wilayah Saudi sejak konflik dengan Houthi kembali memanas dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi untuk memerangi Houthi, Jenderal Turki al-Maliki, dalam pernyataannya mengatakan sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka akibat serangan Houthi pada Kamis (6/8) malam waktu setempat.

Para korban terdiri atas tujuh warga Saudi, dua warga negara Mesir, satu warga negara Yaman, dan satu warga negara Pakistan.

Serangan tersebut terjadi di wilayah Najran, yang berbatasan langsung dengan Yaman.

Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran, meningkatkan serangan terhadap Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional sejak bulan lalu. Hal ini merupakan bentuk dukungan Houthi untuk Teheran yang berperang melawan Amerika Serikat (AS).

Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional dalam melawan Houthi sejak 2015.

Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung lebih dari 11 tahun. Perang itu melibatkan pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Hingga kini, Houthi masih menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, beserta sejumlah wilayah strategis lainnya.

Situasi pertempuran sempat relatif mereda sejak gencatan senjata diumumkan pada April 2022. Namun, Houthi kembali meningkatkan serangan, terutama ke wilayah Saudi, setelah perang Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran meluas.

Pertempuran kembali berkobar setelah penerbangan langsung dari Iran mendarat di Sanaa yang dikuasai Houthi, yang memicu reaksi keras koalisi Saudi. Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi.

Sehari sebelumnya, Kamis (6/8), Houthi menewaskan sedikitnya 58 tentara pemerintah Yaman dalam serangan rudal dan drone yang menghantam sejumlah posisi militer di wilayah tengah dan timur Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan pasukan pemerintah Yaman untuk merespons apa yang disebutnya sebagai peningkatan kekuatan militer yang didukung Saudi. Saree menyebut serangan-serangan itu melibatkan sejumlah besar rudal balistik dan drone.

Kementerian Pertahanan Yaman bersumpah akan membalas serangan Houthi pada tempat dan waktu yang tepat.



Simak Video "Video: Houthi Serang Israel dengan Drone"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB