Ni Wayan Mustini (47) mengawali profesi barunya sebagai sopir angkutan sekolah Trans Siswa Kabupaten Tabanan dengan cerita yang tak biasa. Setelah bertahun-tahun bekerja di koperasi dan perbankan untuk mencari nasabah, kini ia setiap hari akan mencari murid untuk diantar ke sekolah. Mustini pun menjadi satu-satunya sopir perempuan dalam layanan angkutan sekolah tersebut.
Warga Banjar Dinas Bugbugan Kaja, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, itu mengemudikan mobil Elf keluaran 1990-an berkapasitas 14 penumpang. Ia mulai menjalani profesi tersebut setelah adiknya yang sebelumnya menjadi sopir angkutan sekolah diterima sebagai guru.
Ditemui saat sosialisasi paramudi Trans Siswa di Graha Yadnya Singasana, Kamis (23/7/2026), Mustini menuturkan dirinya sempat bekerja di koperasi dan berkarier di salah satu BPR selama lebih dari lima tahun. Namun, saat terjadi penciutan karyawan, ia memutuskan berhenti bekerja.
Tak lama kemudian, kesempatan menjadi sopir datang. Mobil angkutan sekolah milik keluarganya menganggur setelah sang adik beralih profesi menjadi guru.
"Mobilnya menganggur, sementara saya juga belum memiliki pekerjaan. Akhirnya saya menggantikan adik menjadi sopir," ujar Mustini.
Kemampuan mengemudi sebenarnya sudah lama dimiliki Mustini. Ia juga sudah mengenal berbagai trayek angkutan, mulai dari Poh Manis, Pacung, Belatung, hingga rute menuju SMP Negeri 3 Penebel. Ia bahkan berseloroh, jika dulu pekerjaannya mencari nasabah, kini setiap hari mencari murid untuk diantar ke sekolah.
Keputusan menjadi sopir sempat membuat Mustini ragu. Ia lebih dulu berdiskusi dengan suami dan keluarganya sebelum menerima pekerjaan tersebut. Rasa minder juga sempat muncul karena profesi sopir identik dengan laki-laki.
Namun, dukungan keluarga, terutama orang tua, membuatnya mantap. Ia juga termotivasi setelah melihat banyak perempuan mampu mengemudikan kendaraan besar melalui media sosial.
"Saya melihat banyak driver perempuan yang bisa mengemudikan bus besar. Saya berpikir, kalau mereka bisa, kenapa saya tidak," katanya.
Kepercayaan diri Mustini semakin bertambah karena di desanya juga ada perempuan yang berprofesi sebagai sopir. Menurutnya, pekerjaan itu tetap bisa dijalani tanpa mengabaikan perannya sebagai ibu rumah tangga karena masih dapat membagi waktu dengan keluarga.
Kini, ibu tiga anak itu siap menjalani profesi barunya mengantar para pelajar setiap hari. Soal tantangan ke depan, ia mengaku belum banyak memikirkannya. Baginya, yang terpenting adalah menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa.
"Belum tahu bagaimana soalnya besok baru mulai. Selain itu ini baru pertama kalinya saya mengantar anak-anak sekolah," pungkas Mustini.
Dinas Perhubungan Tabanan mulai mengoperasikan angkutan siswa gratis pada Jumat (24/7/2026). Sebanyak 244 paramudi diterjunkan untuk melayani 104 trayek di 23 sekolah di seluruh Kabupaten Tabanan.
Simak Video "Video Prabowo: Hormati Guru-Jangan Jelekin Orang, Itu Kunci Keberhasilan"
(dpw/dpw)