Banyak Copet-Jambret, Turis Australia Diminta Waspada Saat Liburan di Bali

Muhammad Lugas Pribady - detikBali
Selasa, 07 Jul 2026 08:53 WIB
Foto: Wisatawan mancanegara melihat produk UMKM saat berwisata di Kuta, Badung, Bali, Jumat (19/6/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Denpasar -

Wisatawan Australia yang berencana berlibur ke Bali diminta lebih waspada. Pasalnya, muncul laporan banyak pencopetan dan penjambretan di sejumlah kawasan wisata populer di Pulau Dewata.

Dilansir dari detikTravel, peringatan itu disampaikan oleh Samantha, seorang pemandu wisata sekaligus kreator konten asal Australia yang rutin membagikan informasi seputar Bali.

Samantha mengunggah video pada awal Juli 2026 dan telah ditonton lebih dari 250 ribu kali. Melalui video itu, dia mengungkap adanya peningkatan kasus perampasan ponsel dan perhiasan yang menimpa wisatawan.

Menurut Samantha, pelaku umumnya beraksi menggunakan motor dan mengincar wisatawan yang sedang berjalan kaki. Aksi serupa disebut terjadi di sejumlah destinasi favorit turis, seperti Canggu, Seminyak, Kuta, dan Uluwatu.

"Saya secara pribadi mengenal dua orang yang kalungnya dijambret di Canggu. Kondisinya benar-benar sedang buruk. Banyak teman lokal saya juga sudah mengingatkan soal ini," jelas Samantha.

Meski menyampaikan peringatan tersebut, Samantha menegaskan Bali tetap menjadi destinasi favoritnya. "Pulau ini menawarkan begitu banyak hal dan ada banyak alasan untuk mencintainya," ujarnya.

Samantha mengimbau wisatawan agar tidak memakai perhiasan yang mencolok saat berjalan di area publik. Ponsel juga sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau pelaku kejahatan.

Selain itu, Samantha menyarankan barang-barang berharga dibawa disimpan di posisi yang jauh dari jalan untuk mengurangi risiko dijambret pengendara motor.



Simak Video "Video: Penumpang Trans Jatim Bingung Uang Hilang Dalam ATM, Ternyata Dicuri"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork