detikBali-Nusra Awards 2026

Langkah Satria Menangani Stunting di Klungkung

Fatih Kudus Jaelani - detikBali
Selasa, 23 Jun 2026 21:29 WIB
Foto: Bupati Klungkung I Made Satria. (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Kabupaten Klungkung di bawah kepemimpinan Bupati I Made Satria sukses mengukir sejarah manis di panggung nasional dalam menangani stunting. Sejumlah langkah strategis dilakukan untuk membawa Bumi Serombotan sebagai daerah dengan angka prevalensi stunting terendah nomor satu di Indonesia pada 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Klungkung, angka stunting di kabupaten ini terjun bebas dari 19,40 persen pada 2021 menjadi 3,21 persen per Desember 2025. Keberhasilan menekan angka stunting hingga ke titik impresif tersebut membawa Klungkung memborong berbagai penghargaan bergengsi dari pemerintah pusat.

Rentetan prestasi ini berbuah manis dengan kucuran dana insentif fiskal sebesar Rp 5,6 miliar yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kepada Bupati I Made Satria. Tak hanya itu, dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026, Satria juga menyabet penghargaan kategori Top Regency in Healthcare Access & Social Protection. Kementerian Kesehatan bahkan resmi menetapkan Klungkung sebagai lokus pembelajaran nasional bagi daerah lain.

Kebijakan Anggaran Satria pada Stunting

Sejak dilantik pada Februari 2025 lalu, Bupati I Made Satria memang langsung tancap gas menjadikan penanganan stunting sebagai program prioritas utama. Pria nomor satu di Klungkung ini menegaskan anggaran stunting tidak boleh dihambat oleh kondisi apapun. Baginya, anggaran untuk penanganan stunting sama pentingnya dengan membeli kebutuhan sandang dan pangan sehari-hari.

"Jadi saya katakan itu pada semua Perbekel. Bagaimanapun, anggaran untuk insentif kader Posyandu sebisa mungkin harus ada. Karena ini sama dengan membeli makan dan minum kita sehari-hari. Kalau tidak dianggarkan, ya kita bisa mati. Artinya kalau stunting dibiarkan, tumbuh kembang generasi penerus tidak diperhatikan, sama artinya dengan kita ingin mengubur diri dari sekarang," ujar Satria saat ditemui detikBali di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026).

Pikiran tersebut merujuk pada kesadaran akan pentingnya memastikan keberlangsungan hidup generasi penerus bangsa. Ia menekankan upaya ini meski dapat ditangani sejak dini. Mulai dari bagaiaman memastikan kesehatan reproduksi usia remaja, sampai dengan memastikan kesehatan janin ibu hamil.

"Janinnya harus sehat karena akan melahirkan anak yang menjadi generasi penerus. Kalau tidak, dengan sendirinya kita melahirkan generasi yang tidak bisa kita harapkan ke depannya," tegasnya.

Baginya, penghargaan bukanlah tujuan. Melainkan bonus dari ikhtiar yang dilakukan bersama.

"Fokus utama kita adalah mencetak generasi Klungkung yang cerdas, kuat, dan tangguh untuk melanjutkan pembangunan daerah ke depannya," tegas Satria.

Dalam perjalanannya, kendala anggaran sejak 2025 dan terlebih di 2026 menjadi hambatan dalam memastikan prevalensi stunting menjadi sekecil mungkin. Adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pusat ke daerah membuat flotasi anggaran stunting di tingkat desa sempat terhapus akibat pemotongan anggaran yang mencapai kurang lebih 65 persen. Namun, bagi Satria, roda program pencegahan tidak boleh berhenti.

"Harus tetap jalan. Karena itu saya memerintahkan dinas terkait agar menyisir anggarannya supaya program ini bisa tetap berjalan, jangan sampai berhenti," ungkapnya.

Guna menyiasati tantangan itu, Pemkab Klungkung menambah alokasi anggaran dari dinas terkait. Anggaran itu nantinya akan dialokasikan ke masing-masing desa melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Kecamatan.

Langkah ini sekaligus mengoptimalkan pondasi baik dari pemerintahan sebelumnya, termasuk menggerakkan seluruh pihak, relawan, juga terutama kader PKK untuk mengedukasi kesiapan fisik perempuan sebelum menikah.

Terakhir ia juga menekankan pentingnya kebijakan anggaran. Lewat penguatan insentif bagi petugas yang selama ini telah tulus mengabdi tanpa pamrih (ngayah) serta pengerahan relawan, Pemkab Klungkung optimistis melangkah menuju target besar: Zero Stunting di tahun 2030.




(hsa/hsa)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork