detikBali

Fenomena Bahasa Gaul Anak Muda Bali, Salah Satunya 'Sing Mebutuh Ci Nok'

Terpopuler Koleksi Pilihan

Fenomena Bahasa Gaul Anak Muda Bali, Salah Satunya 'Sing Mebutuh Ci Nok'


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Potret pergaulan remaja perempuan di Bali. (Foto: Dok. Getty Images/Afriandi)
Foto: Potret pergaulan remaja perempuan di Bali. (Foto: Dok. Getty Images/Afriandi)
Denpasar -

Tak dapat dipungkiri, bahasa Indonesia mengalami perkembangan dalam konteks informal, yakni melalui bahasa gaul atau slang. Fenomena ini menjadi isu sosial yang begitu populer di kalangan remaja. Perkembangan bahasa ini terjadi karena adanya pengaruh bahasa asing, kemudian menyebabkan interaksi intens di antara satu bahasa ke bahasa lain.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan bahasa gaul? Dikutip dari laman detikcom, bahasa gaul adalah variasi informal dari bahasa Indonesia yang telah diakronimkan.

Namun, fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi dalam bahasa Indonesia, tetapi juga pada bahasa daerah, termasuk bahasa Bali. Bahasa Bali dalam berbagai bentuk slang menjadi fenomena linguistik yang memperkaya variasi bahasa sekaligus membuktikan kemampuan adaptasi anak muda di Pulau Dewata tanpa meninggalkan ciri khas budayanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor Munculnya Bahasa Bali Gaul

Seperti yang telah disinggung di pembahasan awal, bahasa gaul Bali muncul karena pengaruh berbagai hal, seperti faktor sosial dan budaya yang saling berkaitan. Generasi muda saat ini cenderung lebih mudah untuk menyerap dan mempraktikkan bahasa gaul. Musababnya, remaja memiliki cara berpikir yang lebih terbuka dan mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan bahasa dibandingkan orang tua.

ADVERTISEMENT

Perkembangan media sosial dan pengaruh modernisasi juga mendorong anak-anak muda di Bali untuk menyerap istilah-istilah baru. Bahasa gaul atau slang biasanya diambil dari kata serapan asing yang kemudian digabungkan dengan bahasa indonesia. Setelah itu, bahasa gaul yang telah dimodifikasi itu disesuaikan kembali dengan konteks budaya lokal dan bahasa daerah Bali.

Sebagai destinasi wisata terkenal dan selalu dipadati wisatawan, Bali tergolong sebagai lingkungan multibahasa. Kondisi ini juga menjadi faktor krusial yang menyebabkan terjadinya percampuran bahasa lokal dan asing. Melalui proses ini, bahasa baru akan lahir dari berbagai bentuk inovasi kosakata yang memiliki makna tertentu. Di sini, generasi muda berperan aktif untuk mengadaptasi bahasa gaul itu tanpa menghilangkan unsur bahasa Bali-nya. Walhasil, terciptalah bahasa Bali slang yang digunakan anak muda sebagai identitas lokal mereka.

Ungkapan Bahasa Bali Gaul

Bahasa Bali gaul digunakan anak-anak muda sebagai simbol solidaritas yang menunjukkan kedekatan sosial dengan teman sebaya mereka. Berikut beberapa ungkapan bahasa Bali gaul atau slang beserta artinya yang biasanya diucapkan di tongkrongan kalangan anak muda.

  • Mimih, Dewa Ratu: aduh, ya Tuhan.
  • Kleng, kebus nok: sial, panas sekali.
  • Pesuapi wi: menyala wi.
  • Kudiang men: ya, mau bagaimana lagi.
  • Dija gen bani: di mana saja berani.
  • Mai khe: sini kamu.
  • Pih cai: wah kamu.
  • Seneb cang nolih: muak aku melihatnya
  • Di mana khe?: di mana kamu?
  • Depang cang kene!: biarin saya begini!
  • Ngawag gen ci: asal-asalan saja kamu.
  • Sing mebutuh ci nok: tidak punya nyali kamu ya.
  • Neh kan: tuh kan.


(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads