Mesin parkir otomatis di Pasar Galiran, Klungkung, Bali, sudah tidak layak pakai. Selain membuat petugas jaga kerepotan, pendapatan dari retribusi parkir juga berpotensi mengalami kebocoran.
Pantauan detikBali, mesin parkir otomatis di pasar rakyat terbesar di Gumi Serombotan ini mengalami eror di beberapa perangkat alatnya. Terutama di dispenser tiket dan palang pintu otomatis.
Pintu palang otomatis bisa terbuka beberapa menit, membuat pengunjung bisa masuk tanpa harus memencet dispenser tiket.
Seorang petugas parkir di Pasar Galiran Putu Ardika menerangkan kerusakan mesin sudah cukup lama terjadi. Kerusakan yang sering terjadi di sensor otomatis palang pintu. Bahkan pernah tertutup saat kendaraan sedang masuk.
"Semuanya sering eror. Palang pintunya ini juga. Kadang tidak baca kendaraan yang datang," kata Putu pada detikBali, Senin (15/6/2026).
Dengan kondisi seperti itu, terpaksa mereka harus mencatat yang masuk dan keluar secara manual. Namun di hari-hari tertentu seperti jelang Hari Raya Galungan, kondisi pasar yang ramai membuat mereka kewalahan. Tak jarang juga terjadi kemacetan.
"Ya, kalau ramai seperti ini bisa macet," imbuh Putu.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Klungkung Komang Dharma Suyasa mengatakan menyesali kondisi mesin parkir yang sudah tidak layak pakai. Untuk itu ia telah menyiapkan rencana penggantian mesin. Namun kali ini tidak melakukan pengadaan, melainkan dengan cara menyewa.
"Kami mohon maaf pada masyarakat. Karena alat ini memang sering rusak. Untuk itu kami sudah merencanakan penyewaan alat seperti yang dilakukan oleh rumah sakit," terang Suyasa.
Penyewaan alat dinilai lebih efektif mengingat efektifitas pemeliharaan. Dengan menyewa, pihak yang bertanggung jawab melakukan pemeliharaan alat adalah vendor penyedia jasa sewa alat.
"Kenapa kami sewa, karena kalau sewa biaya pemeliharaannya mereka yang mengeluarkan. Lebih efektif, dan pemerintah tidak perlu bersusah payah melakukan pemeliharaan," jelasnya.
"Alat ini memang sudah tidak layak. Kami mohon maaf, malu rasanya pada masyarakat," imbuhnya.
Ia juga memastikan akan segera melakukan pergantian mengingat banyak hal yang disayangkan dengan kerusakan alat tersebut.
"Semua kami sayangkan dengan kerusakan alat ini. Bocornya kami sayangkan, petugasnya juga disayangkan," pungkasnya.
Simak Video "Video Evakuasi Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Bali, Semua ABK Selamat"
(nor/nor)