Nasib tragis menimpa seorang pelajar bernama I Made Negara (14). Remaja yang duduk di bangku kelas VIII SMPN 2 Mendoyo ini tewas tenggelam saat mandi di bendungan irigasi Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (3/6/2026) siang sekitar pukul 13.30 Wita. Korban diduga nekat melompat ke dalam bendungan meskipun sudah sempat diperingatkan oleh rekan-rekannya bahwa ia tidak bisa berenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika membenarkan adanya laporan kejadian tersebut. Pihaknya juga menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama dua orang temannya, I Kadek Deo Arta Wiguna (14) dan Gusti Ngurah Ketut Pariarta (15), pergi menuju bendungan irigasi menggunakan sepeda gayung.
"Mereka bertiga diketahui merupakan anak asuh yang tinggal di asrama Yayasan Anak-Anak Pohsanten. Jarak antara asrama yayasan dengan lokasi bendungan irigasi tersebut kurang lebih sekitar 1,5 kilometer," ungkap Sartika saat dikonfirmasi detikBali, Rabu.
Setibanya di lokasi, kedua teman korban hanya duduk-duduk di pinggir bendungan sebelah barat. Sementara itu, korban langsung membuka baju serta celananya di dekat pintu air bendungan dan bersiap untuk menceburkan diri.
Melihat aksi korban, kedua temannya sempat berteriak melarang korban dalam bahasa Bali agar tidak melompat karena korban diketahui tidak bisa berenang. "Do mecebur ci, awak sing bise ngelangi (jangan lompat ke air kamu, kamu kan tidak bisa berenang)," larang teman korban saat itu.
"Teman-temannya sempat melarang, peringatan tersebut diabaikan. Korban hanya menggelengkan kepala dan langsung terjun bebas ke dalam pusaran air bendungan," papar Sartika.
Begitu masuk ke dalam air, korban langsung terlihat kesulitan dan meronta-ronta karena tenggelam. Melihat temannya dalam bahaya, Kadek Deo sempat memberanikan diri ikut menceburkan diri ke air untuk menolong korban.
Namun, karena korban meronta terlalu kuat, pegangan tangan saksi terlepas. Korban pun langsung tenggelam dan hilang diduga terseret arus bawah bendungan, sementara saksi bergegas berenang menyelamatkan diri ke pinggir.
"Panik melihat temannya hilang di dalam air, salah satu teman korban langsung mengayuh sepedanya kembali ke asrama untuk melapor kepada pemilik yayasan dan melaporkan kepada pihak SAR Jembrana," kata Sartika.
Sekitar pukul 15.30 Wita, Tim SAR Kabupaten Jembrana tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan proses penyelaman serta penyisiran di sekitar pintu air bendungan irigasi.
Setelah melakukan pencarian intensif, korban akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 16.10 Wita. Nahas, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Jasad remaja tersebut langsung dilarikan dan dievakuasi ke RSU Negara sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," tandas Sartika.
(nor/nor)










































