Sebuah meteor yang jatuh ke Bumi meledak di atas Amerika Serikat (AS) bagian timur laut, Sabtu (30/5/2026). Peristiwa itu memicu ledakan yang bergema di wilayah tersebut dengan daya ledak setara dengan 300 ton TNT.
"Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif saat ini, tetapi merupakan objek alami dan bukan masuk kembali puing-puing luar angkasa atau satelit," kata Wakil Kepala Berita Badan Antariksa AS, Jennifer Dooren, Minggu (31/5/2026) dilansir dari detikNews.
"Energi yang dilepaskan saat pecah diperkirakan setara dengan sekitar 300 ton TNT, yang menjelaskan ledakan keras tersebut," imbuh Dooren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bola api tersebut, tutur Dooren, pecah di atas Massachusetts timur laut dan New Hampshire tenggara pukul 14.06 (1806 GMT). NASA melaporkan bola api tersebut merupakan objek alami. Meteor itu melaju dengan kecepatan 75.000 mph (lebih dari 120.000 kph) pada ketinggian 40 mil ketika pecah.
Warga setempat khawatir dengan ledakan keras yang tak terduga. Pengguna media sosial (medsos) melaporkan ledakan itu begitu kuat sehingga rumah-rumah bergetar.
Pada tahun 2013, sebuah bola api melesat di atas Chelyabinsk, Rusia. Batuan luar angkasa seukuran rumah itu meledak 14 mil di atas permukaan tanah, melepaskan ledakan yang setara dengan 440.000 ton TNT, kata NASA.
Ledakan itu menghancurkan jendela di area seluas lebih dari 200 mil persegi (518 kilometer persegi), melukai lebih dari 1.600 orang, sebagian besar karena pecahan kaca.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































