detikBali

Mobil Dinas Baru Dikritik, Dispar Klungkung Sebut Kebutuhan Mendesak

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Mobil Dinas Baru Dikritik, Dispar Klungkung Sebut Kebutuhan Mendesak


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Kendaraan dinas baru Dispar Klungkung yang menuai kritikan dari warganet, Kamis (28/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Foto: Kendaraan dinas baru Dispar Klungkung yang menuai kritikan dari warganet, Kamis (28/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Pengadaan kendaraan dinas (randis) baru Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Klungkung menuai sorotan tajam dan kritik dari warga di media sosial (medsos). Beberapa di antaranya menyebut pengadaan randis baru tidaklah elok di tengah efisiensi anggaran dan fiskal daerah yang lemah.

"Banyak program prioritas masih antre pembiayaan, tapi semangat beli kendaraan dinas baru tetap melaju kencang," tulis pemilik akun Facebook Tu Ririn di laman Facebook Suara Klungkung.

"Di tengah kondisi seperti ini, publik tentu berharap yang lebih dulu ditunjukkan adalah prestasi, inovasi, dan dampak nyata bagi pariwisata daerah, bukan kesan gengsi fasilitas," sambung cuitan Tu Tirin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menutup kritik dengan menegaskan, kepercayaan masyarakat lahir dari hasil kerja, bukan dari kendaraan yang dipakai menuju kantor.

ADVERTISEMENT

Menanggapi riuh tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, angkat bicara menjelaskan urgensi pengadaan mobil operasional baru tersebut.

Dia menyebut kritik dari warga sangat wajar dan mesti diterima sebagai masukan positif. Namun ia juga berharap agar masyarakat juga menanyakan terlebih dahulu alasan pengadaan randis tersebut.

Menurut Mahajaya, pengadaan randis yang keluar pekan ini sudah masuk dalam anggaran belanja yang disetujui pada pembahasan APBD 2025. Sehingga tidak serta merta membeli sesuai keinginan dan apalagi gengsi. Sementara randis lama yang sebelumnya digunakan, dioper ke UPT Pariwisata di Nusa Penida.

"Saya menerima kritikan itu dengan positif. Tapi mesti diketahui juga alasan pembeliannya. Jadi ini pembahasannya di tahun 2025. Sebenarnya ini sama dengan mobil yang lama, Avanza G terbaru. Harganya di e-katalog di bawah Rp 300 juta," terang Mahajaya saat dihubungi detikBali, Kamis (28/5/2026).

"Mobil yang lama digunakan untuk operasional UPT di Nusa Penida. Kebutuhannya sangat mendesak. Mengingat kita diminta untuk meningkatkan pendapatan. Kendaraan ini dibutuhkan untuk melakukan pengawasan terhadap hotel dan restoran. Kita tahu jarak antara satu desa ke desa lainnya di Nusa Penida jauh-jauh," tambahnya.

Terakhir ia berharap setiap masukan dan kritikan dari warga dapat disampaikan dengan bijak. Selain itu, ia juga mengajak warga untuk tidak mudah saling menyalahkan.

"Kami selaku dinas pengampu mengambil hikmah dari setiap masukan dan kritik seperti ini. Dan tentu wajar kita dikritik di tengah situasi yang sekarang," pungkasnya.



(hsa/nor)










Hide Ads