Merawat Tradisi Ngejot Kampung-kampung Islam di Bali

Agus Eka, Fatih Kudus, Rizki Setyo - detikBali
Rabu, 27 Mei 2026 15:43 WIB
Foto: Warga Angantiga membagikan daging kambing kurban kepada warga Hindu, tetua adat hingga pecalang di kampung tersebut, Rabu (27/5/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Asap dapur di Kampung Angantiga, Desa Petang, Badung, mengepul saat warga sibuk menyiapkan hidangan Hari Raya Idul Adha. Di sudut lahan kosong depan masjid kampung, sejumlah warga tampak bersiap mengantarkan wadah-wadah berisi makanan dan daging kurban menuju rumah-rumah tetangga mereka yang beragama Hindu, sebuah tradisi berbagi khas warga Bali, bernama ngejot yang terus dirawat demi menjaga harmoni.

"Termasuk juga dibagikan kepada saudara-saudara yang di Hindu, istilahnya ngejot. Kami mewarisi itu sejak berabad-abad, saling membagi rasa di hari kemenangan ini," ujar Kepala Kampung Muslim Angantiga, Desa Petang, Badung, Rabu siang (27/5/2026).

Aktivitas berbagi ini menjadi puncak dari rangkaian gotong royong yang melibatkan seluruh warga kampung sejak pagi tadi. Sejak fajar menyingsing, para jemaah sudah berkumpul untuk menyembelih dan menguliti hewan kurban secara swadaya hingga siang.

"Terkait dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, memang untuk pemotongan hewan korban itu dilaksanakan oleh jamaah atau warga kampung semuanya. Itu kami kumpulkan dan diberikan lebih dulu ke para tetua adat," imbuhnya.

Proses distribusi pun dilakukan dengan teliti agar seluruh warga, tanpa memandang latar belakang keyakinan, bisa ikut menikmati berkat hari raya. Kelompok masyarakat yang paling membutuhkan tetap mendapat perhatian utama dalam pembagian ini.

"Artinya selain dibagikan juga nanti ke warga, kaum duafa juga. Artinya kami tetap utamakan untuk disalurkan juga khususnya kepada kaum fakir miskin," jelasnya.

Melalui konsistensi pelaksanaan tradisi ngejot ini, nilai-nilai toleransi dan keunikan budaya lokal di daerah Petang diharapkan tidak luntur digerus zaman. Hubungan kekeluargaan yang erat antarpemeluk agama di Badung pun diyakini akan terus terjaga oleh generasi penerus.

"Kalau kami dari generasi yang sekarang, berharap untuk generasi yang selanjutnya biar ini tetap dilestarikan. Karena memang, dan ini termasuk keunikan, termasuk juga akan mempererat silaturahmi dengan warga yang saudara kami yang Hindu di sini," pungkasnya.



Simak Video "Video: Suasana Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal"


(hsa/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork