detikBali

Dua Desa di Bangli Jadi Pioner Program Pelatihan Mitigasi Bencana

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dua Desa di Bangli Jadi Pioner Program Pelatihan Mitigasi Bencana


Aryo Mahendro - detikBali

Markas PMI Bangli di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Jumat (22/5/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Foto: Markas PMI Bangli di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Jumat (22/5/2026). (Aryo Mahendro/detikBali).
Bangli -

Dua desa dan dua sekolah di Kabupaten Bangli akan jadi pioner program pelatihan mitigasi bencana. Sosialisasi dan Pelatihan yang diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) itu akan menyasar warga dan siswa SD di dua desa itu.

"Ini program baru dari PMI pusat untuk membentuk desa tangguh bencana dan sekolah tangguh bencana. Hanya kami saja di Bangli yang dipilih," kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar seusai musyawarah kabupaten PMI Bangli di kantor DPRD Bangli, Jumat (22/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diar mengatakan, Desa Trunyan dan Desa Buahan yang akan dijadikan pioner program Desa Tangguh Bencana. Para siswa dua SD di dua desa itu juga akan jadi sasaran program sekolah tangguh bencana.

Materinya, sosialisasi dan pelatihan cara menangani bencana. Termasuk, materi pelatihan cara menyelamatkan diri dari bencana, yang akan diberikan ke para siswa melalui gurunya.

ADVERTISEMENT

"Dua desa itu dipilih karena daerah rawan bencana. Sehingga (program tangguh bencana) akan mengedukasi masyarakat tentang cara memitigasi bencana," kata Diar.

Kepala Markas PMI Bangli Kadek Ardip mengatakan program itu rencananya akan dieksekusi Juli 2026. Langkah awal, adalah membentuk personel relawan yang terdiri semua warga di dua desa itu.

"Nanti akan dibentuk sekitar 30 orang yang akan dilatih agar siap menghadapi bencana," kata Ardip.

Ardip menuturkan pelatihan itu mencakup semua jenis bencana. Mulai dari bencana alam hingga bencana biologis atau wabah penyakit.

Materinya, tentang cara bereaksi terhadap bencana dan cara menyelamatkan diri. Materi pelatihan penyelamatan diri akan lebih ditekankan ke para siswa SD di dua desa itu.

"Intinya adalah bagaimana merespon awal bencana. Karena kalau nunggu bantuan dari pemerintah kabupaten, akan lama," katanya.




(nor/nor)










Hide Ads