detikBali
Internasional

Menerka Arah Perang Iran Usai Utusan Trump Batal ke Pakistan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Internasional

Menerka Arah Perang Iran Usai Utusan Trump Batal ke Pakistan


Tim detikNews - detikBali

Demonstrators protest against military action in Iran after U.S. President Donald Trump said that he had agreed to a two-week ceasefire with Iran, less than two hours before his deadline for Tehran to reopen the Strait of Hormuz or face widespread attacks on its civilian infrastructure, outside the White House in Washington, D.C., U.S., April 7, 2026. REUTERS/Nathan Howard
Protes di Washington usai ultimatum Iran dan gencatan senjata. (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Denpasar -

Masa depan perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran belum menemukan ujung yang jelas. Utusan Presiden AS Donald Trump batal ke Islamabad, Pakistan, untuk perundingan damai putaran kedua dengan Iran.

Dilansir dari detikNews, Trump menegaskan batalnya rencana kunjungan utusan ke Pakistan tidak berarti perang AS-Israel melawan Iran akan segera berlanjut. Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan menuju Pakistan untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pihak Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama sebelum pengumuman itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyelesaikan kunjungan diplomatiknya ke Islamabad setelah bertemu dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar. Namun, Trump mengatakan bahwa ia membatalkan perjalanan tersebut.

"Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa," kata Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.

ADVERTISEMENT

Menlu Iran Tinggalkan Islamabad

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Araghchi telah meninggalkan Islamabad untuk bertemu pejabat Oman pada Sabtu (25/4). Araghchi juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Rusia untuk membahas upaya mengakhiri perang.

Melalui unggahan di platform X, Araghchi menyebut kunjungannya ke Pakistan sebagai langkah yang produktif. Ia juga menyampaikan posisi Iran mengenai kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang secara permanen.

"Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi," ujarnya.

Sebelum pengumuman Trump, prospek pembicaraan baru sudah tidak pasti. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi tidak berencana bertemu dengan pihak AS. Sedangkan, Islamabad hanya akan berperan sebagai perantara untuk menyampaikan proposal Iran.

PM Pakistan Telepon Presiden Iran Dorong Perdamaian

PM Pakistan Shehbaz Sharif melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu (24/4). Sharif menyampaikan akan tetap berupaya mendorong perdamaian antara Iran dan AS yang saat ini masih tegang.

Sharif memastikan bahwa Islamabad akan terus berupaya untuk mendorong perdamaian dan keamanan regional. Melalui unggahan di X, Sharif menyampaikan apresiasi atas keputusan Iran mengirimkan delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Menlu Abbas Araghchi ke Islamabad untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)











Hide Ads