Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hari pertama berlangsung tertib dan lancar di ISI (Institut Seni Indonesia) Bali.
Sejak pagi, peserta dari berbagai daerah telah memadati lokasi ujian guna menghindari keterlambatan pada sesi pertama.
Pantauan detikBali di lokasi, salah satu peserta, Adi, asal Banyuwangi mendampingi sang ponakan yang akan melakukan tes di sesi kedua. Sang ponakan diketahui mengincar jurusan arsitektur.
"Ngantar keponakan ujian di sini. Saya berangkat dari Banyuwangi jam 05.00," kata Adi saat ditemui di ISI Bali, Selasa (21/4/2026)
"Pilih arsitektur kalau di sini," imbuhnya.
Adi menjelaskan, meskipun di daerah asalnya terdapat sejumlah kampus dengan jurusan serupa, keponakannya memilih ISI Bali setelah melakukan riset. Kampus ini dinilai tidak menggabungkan jurusan teknik sipil dengan arsitektur.
"Keponakan saya pilihnya di sini (ISI Bali) karena dia maunya arsitektur yang nggak digabung dengan Teknik Sipil. Kalau di Jawa Timur seperti ITS, Unair itukan digabung," kata Adi.
Pelaksanaan Sesi Pertama
Pelaksanaan sesi pertama dimulai sesuai jadwal. Peserta diminta hadir sejak pukul 07.45 Wita sebelum ujian dimulai pukul 08.15 Wita.
Peserta sesi pertama terpantau mulai keluar ruangan sekitar pukul 11.45 Wita. Mereka berhamburan keluar dan berkumpul bersama keluarga yang mengantar atau dengan teman-teman mereka.
Salah satu penjaga keamanan di lokasi SNBT ISI Bali, Made, menjelaskan pelaksanaan ujian digelar di Gedung Desain Hub ISI yang memiliki tiga lantai untuk menampung seluruh peserta. Meski digunakan sebagai lokasi tes, aktivitas kampus tetap berjalan seperti biasa.
"Hari ini ada dua sesi ujian. Parkiran basement juga penuh dari pagi," ujar Made.
Ia menambahkan, kegiatan belajar mengajar mahasiswa tidak dihentikan selama pelaksanaan UTBK SNBT.
"Perkuliahan tetap jalan, ada yang luring ada juga yang ke kampus," tambahnya.
Seorang peserta, Anya, asal Badung yang semi gap year mengikuti SNBT di Gedung ISI Bali. Ia menyebut soal yang dikerjakannya masih dalam kategori bisa dipahami.
"Di kertas pesertanya masuk jam 07.45, ujiannya 08.15. Soalnya menurut saya masih bisa dinalar, nggak terllau sulit," ujar Anya.
Ia menambahkan, meskipun diakui tidak terlalu sulit, beberapa soal tetap membutuhkan ketelitian lebih.
"Yang penting tetap tenang pas ngerjain. Ada beberapa yang agak menjebak, tapi kalau dipikir pelan-pelan pasti bisa," ujarnya.
Setiap subtes memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Anya menjelaskan soal Penalaran Umum (PU) masih tergolong normal.
"Pu nggak ada masalah, masih normal," ungkapnya.
Sementara itu, pada subtes Pengetahuan Kuantitatif (PK) terdapat beberapa soal yang dianggap menjebak, terutama pada materi bangun ruang.
"PK ada yang tricky, tapi masih bisa dijawab. Harus teliti, apalagi soal bangun ruang karena banyak nentuin sisi diagonal," ujar Anya.
Untuk subtes PPU dan PBM, tingkat kesulitan dinilai mirip dengan tahun lalu, tetapi tahun ini lebih menekankan logika.
"PPU dama PBM mirip, tapi sekarang lebih ke berpikir kritis. Ada grafik juga," katanya.
Pilihan Jurusan dan Persiapan
Tahun ini peserta dapat memilih hingga empat jurusan, terdiri dari dua jurusan S1 dan dua jurusan vokasi.
Jurusan yang dipilih Anya adalah Kedokteran Universitas Brawijaya dan Keperawatan Universitas Airlangga.
"Aku pilih empat jurusan, dua S1 sama dua vokasi. Ambil Kedokteran UB sama Keperawatan Unair," ujarnya.
Terkait persiapan, Anya yang semi gap year memiliki cara tersendiri agar tetap bisa menjalankan perkuliahan sekaligus belajar SNBT. Ia mengaku belajar mandiri selama masa persiapan.
"Aku semi gap year, sambil kuliah Keperawatan di Itekes. Karena semester satu dan dua masih mudah materinya jadi masih banyak waktu untuk belajar SNBT," ungkapnya.
"Yang penting niat belajar, nggak harus bimbel," imbuhnya.
Simak Video "Video Temuan Kecurangan Peserta UTBK 2026: Pakai Alat Bantu-Joki"
(dpw/dpw)