detikBali
Internasional

Iran Cemooh Tawaran Gencatan Senjata Donald Trump

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Iran Cemooh Tawaran Gencatan Senjata Donald Trump


Novi Christiastuti - detikBali

FILE PHOTO: Members of the Iranian revolutionary guard march during a parade to commemorate the anniversary of the Iran-Iraq war (1980-88), in Tehran September 22, 2011. REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights
Personel Garda Revolusi Iran. (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo Acquire Licensing Rights)
Denpasar -

Pemerintah Iran mencemooh tawaran gencatan senjata yang disampaikan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu. Teheran menilai upaya Washington itu tidak serius dan menegaskan tidak akan berdamai.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri.

Tanggapan itu disampaikan Zolfaghari dalam pernyataan video yang ditayangkan oleh televisi pemerintah Iran pada Rabu (25/3/2026) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis," kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS.

ADVERTISEMENT

"Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir," tegasnya.

Zolfaghari kemudian melontarkan cemoohan kepada AS dengan mengatakan: "Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?"

Pernyataan Zolfaghari itu dirilis tak lama setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran melalui Pakistan sebagai perantara.

"Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah," tegasnya.

Kronologi Konflik dan Respons AS

AS dan Israel terlibat pertempuran melawan Iran sejak 28 Februari lalu. Konflik diawali serangan gabungan skala besar oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran.

Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Di tengah eskalasi tersebut, pemerintahan Trump menawarkan rencana gencatan senjata 15 poin kepada Iran. Tawaran itu disampaikan Washington kepada Teheran melalui Pakistan sebagai perantara.

Informasi mengenai proposal itu, seperti dilansir Reuters dan Associated Press, pertama kali diungkap media AS, New York Times (NYT), yang mengutip dua pejabat Washington yang mengetahui garis besar rencana tersebut.

NYT menyebutkan tawaran gencatan senjata itu telah disampaikan kepada para pejabat Iran, dengan Islamabad juga menawarkan diri sebagai tuan rumah negosiasi ulang antara Washington dan Teheran.

Isi dari 15 poin rencana gencatan senjata itu belum diungkapkan secara detail kepada publik.

Laporan televisi Israel, Channel 12, yang mengutip tiga sumber, menyebutkan bahwa AS mengupayakan gencatan senjata selama sebulan untuk membahas rencana tersebut.

Media Israel juga melaporkan bahwa rencana itu mencakup pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proxy, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapan. Associated Press melaporkan sejumlah pejabat Israel yang mendorong kelanjutan perang merasa terkejut dengan langkah AS menawarkan gencatan senjata.

Gedung Putih juga belum menanggapi laporan tersebut.

Namun, Trump sebelumnya menyebut AS sedang membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat pekan.

Pada Selasa (24/3), Trump mengklaim AS mencapai kemajuan dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik, termasuk memperoleh konsesi penting dari Teheran.

Dikatakan oleh Trump kepada wartawan di Gedung Putih bahwa AS sedang berdialog dengan 'orang-orang yang tepat' di Iran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri pertempuran. Dia juga menyebut Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan.

"Kami sedang dalam negosiasi saat ini," sebut Trump.

Iran telah membantah bahwa negosiasi dengan AS sedang berlangsung.




(dpw/dpw)











Hide Ads