detikBali
Karangasem

Viral Keluarga Pasien Marahi Nakes gegara Tak Bisa Bayar Pakai Qris

Terpopuler Koleksi Pilihan
Karangasem

Viral Keluarga Pasien Marahi Nakes gegara Tak Bisa Bayar Pakai Qris


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Keluarga pasien (tengah) saat membuat video permohonan maaf karena telah mengunggah video saat marah-marah kepada nakes di Puskesmas Bebandem (istimewa)
Foto: Keterangan foto: keluarga pasien (tengah) saat membuat video permohonan maaf karena telah mengunggah video saat marah-marah kepada nakes di Puskesmas Bebandem. (istimewa).
Karangasem -

Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan seorang keluarga pasien marah-marah kepada seorang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Bebandem, Karangasem, viral di media sosial (medsos). Penyebabnya, keluarga pasien tersebut tidak bisa melakukan pembayaran menggunakan Qris.

Dalam video tersebut, terdengar ada dua orang laki-laki yang berbicara dengan nada emosi, karena dirinya tidak bisa melakukan pembayaran. Pria tersebut juga mengancam akan memviralkan nakes tersebut ke medsos. Diduga video tersebut diambil saat malam pengerupukan.

"Masak dunia sudah modern nggak bisa bayar pakai Qris, warung madura saja bisa bayar pakai Qris," ujarnya dalam video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Bebandem dr. I Made Sudarba membenarkan terkait video viral tersebut terjadi di Puskesmas Bebandem. Dia menyayangkan tindakan itu karena sudah mengancam nakes.

ADVERTISEMENT

"Seharusnya bisa dibicarakan dengan baik-baik dulu, tidak perlu marah-marah. Karena untuk pembayaran melalui Qris belum tersedia tapi kami sudah ada rencana menggunakan itu ke depannya," kata Sudarba, saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari kedatangan dari pembuatan dengan membawa anaknya untuk berobat ke Puskesmas Bebandem pada malam hari, karena kondisinya lemas setelah nonton ogoh-ogoh. Setelah diperiksa, anak tersebut lemas diduga karena kelaparan. Sebab, baru sekali makan pada pagi hari.

Saat melakukan administrasi untuk pembayaran, petugas jaga sempat menanyakan apakah yang bersangkutan membawa kartu BPJS atau yang lainnya. Namun yang bersangkutan mengaku tidak bawa dan menyatakan berobat lewat jalur umum.

Saat hendak membayar sebesar Rp 40 ribu, pihak keluarga mengaku tidak punya uang tunai, sehingga proses pembayaran akan dilakukan menggunakan Qris. Namun, pihak Puskesmas belum punya Qris untuk proses pembayaran pengobatan. Setelah itu mulai terjadi ketegangan hingga akhirnya video tersebut viral.

Namun saat ini kasus viralnya video tersebut telah berakhir damai. Pasalnya pihak keluarga pasien yang membuat video tersebut telah melakukan permohonan maaf dan mengakui kesalahannya.



(hsa/hsa)









Hide Ads