Sejarah Awal Adanya Pawai Ogoh-ogoh di Bali

Arga Fahreza - detikBali
Rabu, 18 Mar 2026 15:56 WIB
Foto: Sejumlah pemuda mengarak ogoh-ogoh atau karya seni patung dalam kebudayaan Bali pada Kasanga Festival 2026 di Denpasar, Bali, Jumat (6/3/2026). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Denpasar -

Ada sebuah pawai atau perayaan yang amat dinantikan sehari sebelum Nyepi. Acara itu adalah pawai ogoh-ogoh. Wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri rela datang untuk menyaksikan keseruan pawai ogoh-ogoh di Bali. Meski begitu, ada juga pawai ogoh-ogoh di luar Bali karena banyaknya masyarakat Hindu di tempat tersebut.

Menurut Prof. Made Surada dalam buku 'Ogoh-Ogoh: Tradisi Budaya Bali Yang Mendunia Sejarah dan Perkembangannya di Kota Denpasar' (2025).kata ogoh-ogoh berasal dari Bahasa Sanskerta. Diambil dari kata "Goh" yang berarti besar. Ogoh-ogoh bermakna sebagai objek yang memiliki ukuran dua kali lipat dari ukuran objek sesungguhnya. Objek yang dibuat serupa ukuran asli disebut sebagai kemplong-kemplongan/boneka.

Ogoh-ogoh berbeda dengan patung. Ciri pembeda yang jelas adalah bahan yang digunakan. Ogoh-ogoh merupakan objek tiga dimensi yang dibuat dari bahan padat dan lentur yang dilapisi kain, kertas, ditempelkan bulu-bulu seperti rambut. Bentuk Ogoh-ogoh biasanya adalah wujud dewa, bhuta kala, manusia, binatang, atau perpaduan manusia dan binatang.



Simak Video "Video: Masyarakat Tumpah Ruah di Jalan Tabanan Saksikan Parade Ogoh-ogoh"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork