Melihat Anjing-anjing Berlatih di Bali Elite K9

Aryo Mahendro - detikBali
Senin, 16 Mar 2026 06:00 WIB
I Wayan Suardana memperagakan saat melatih salah satu anjing di Bali Elite K9, Gianyar, Minggu (15/3/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Belasan anjing menggonggong ketika detikBali memasuki area Bali Elite K9 di Jalan Padat Karya Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Di tempat itulah I Wayan Suardana melatih beragam jenis anjing agar mematuhi perintah majikannya.

"Kalau istilah profesionalnya obedience," kata Suardana yang bekerja sebagai dog trainer di Bali Elite K9, Minggu (15/3/2026).

Suardana mengatakan mayoritas anjing di pusat penitipan dan pelatihan anjing itu merupakan milik warga negara asing (WNA). Beberapa di antaranya ada anjing ras belgian, golden retriever, doberman, rottweiler, beagle, hingga anjing kampung atau disebut anjing geladak Bali.

Belasan anjing peliharaan itu baru tiga bulan disekolahkan di Bali Elite K9. Menurut Suardana, rerata anjing-anjing tersebut sudah berusia remaja. Mereka menempuh pelatihan dasar obedience standar selama empat bulan.

"Idealnya dilatih di sini selama empat bulan. Anjing betina dan anjing jantan bisa semua. Mulai pelatihan saat (anjing) usia tiga bulan atau sudah remaja dan dewasa juga bisa. Asalkan anjingnya sehat, tidak kutuan, bersih, dan vaksinnya lengkap," kata Suardana.

Selain itu, pemilik juga perlu memiliki ikatan atau bonding dengan anjing peliharaannya. Caranya dengan diawasi saat anjing diberi makan dan rutin dielus. Menurut Suardana, hal itu dapat dilakukan selama sebulan. Setelah ikatan antara hewan dan pemilik sudah cukup terbentuk, anjing pun siap dilatih.

"Anjing ras dan anjing Bali sama saja. Harus ada bonding (ikatan), karena itu dasar dari obedience," kata Suardana.

Suardana menjelaskan obedience adalah pelatihan dasar anjing peliharaan atau anjing rumahan. Tujuan pelatihan itu agar anjing peliharaan dapat dikontrol oleh pemiliknya, meski punya perangai galak.

Salah satu teknik dasar obedience anjing yang diajarkan Suardana adalah menggunakan makanan kering sebagai tongkat komando. Makanan kering digenggam di tangan kiri, lalu disodorkan ke mulut anjing dengan telapak tangan sedikit terbuka agar. Tangan kiri memutar ke belakang, lalu ke atas.

Jika berhasil, anjing akan selalu mengikuti kepalan tangan berisi makanan itu. Suardana kemudian memberikan sedikit makanan dari kepalan tangan sebagai hadiah atau reward.

"Itu saja latihannya sebulan. Jadi, setelah dua bulan anjingnya dilatih, giliran saya melatih pemiliknya," imbuhnya.

I Wayan Suardana memperagakan saat melatih salah satu anjing di Bali Elite K9, Gianyar, Minggu (15/3/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

Modus yang sama juga dapat dilakukan dengan mainan atau bola. Jika sudah mahir, maka materi pelatihan selanjutnya adalah memerintahkan anjing agar mengikuti aba-aba tertentu. Aba-aba atau perintah dalam bahasa Inggris seperti sit, push, bell, spot, dan sleep biasa dilakukan selama pelatihan.

Meski begitu, ada kalanya terjadi kesalahan saat anjing mengeksekusi perintah tuannya. "Salah sedikit tidak masalah, tetap diberi makan sebagai reward. Intinya, mindset anjing itu bekerja untuk makan. Beda dengan kita manusia," ujar Suardana.



Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork