Konflik yang memanas di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap sektor pariwisata Bali. Sejumlah informasi bahkan menyebut adanya pembatalan penerbangan internasional dari dan menuju Bali.
Di tengah situasi tersebut, Kabupaten Tabanan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara di Pulau Dewata sejauh ini belum mencatat penurunan signifikan, khususnya kunjungan turis asing.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan dampak penurunan wisatawan asing akibat konflik global merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Namun, untuk tingkat daerah, Tabanan diminta bersiap mengantisipasi potensi penurunan kunjungan.
"Kami di Tabanan pasti lebih mengintensifkan wisatawan lokal. Apalagi ini menjelang libur panjang Idul Fitri," jelas Omardani saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Ia berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan bersama pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) dapat memaksimalkan pasar domestik apabila sewaktu-waktu terjadi penurunan wisatawan mancanegara imbas konflik di Timur Tengah.
"Itu sudah menjadi garis koordinasi dari Dinas Pariwisata dengan DTW yang ada di Kabupaten Tabanan," pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah pengelola DTW mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan asing. Namun, penurunan tersebut disebut bukan disebabkan konflik di Timur Tengah.
Salah satunya DTW Tanah Lot. Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, menyebut penurunan terjadi karena faktor musiman.
"Kalau penurunan kunjungan memang ada kebetulan juga low season dan bulan puasa. Tapi belum ada indikator jelas turunnya karena konflik," ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, sebagai destinasi wisata pihaknya menerima kondisi tersebut. Namun, pihak yang paling terdampak langsung adalah travel agen karena memiliki data pembatalan kunjungan.
"Mereka bisa memberikan pernyataan resmi karena punya data pembatalan kunjungan," pungkasnya.
Simak Video "Video Kemenhaj: 6.047 Jemaah Umroh Kembali ke Tanah Air"
(dpw/dpw)