Cara Iran Memilih Pemimpin Baru Usai Khamenei Tewas

Haris Fadhil - detikBali
Minggu, 01 Mar 2026 22:16 WIB
Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: dok. AFP)
Denpasar -

Kursi pemimpin tertinggi Iran kosong setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Di tengah ancaman lanjutan dari Washington, Teheran kini berpacu dengan waktu untuk memastikan suksesi berjalan cepat dan tetap terkendali.

Dilansir dari detikNews, Minggu (1/3/2026), kematian Khamenei mengguncang struktur kekuasaan Republik Islam yang selama hampir empat dekade dipusatkan pada satu figur. Meski begitu, konstitusi Iran telah mengatur mekanisme penggantian pemimpin tertinggi.

Penentuan suksesor berada di tangan Majelis Pakar, lembaga beranggotakan 88 ulama senior terpilih. Sejak Republik Islam berdiri pada 1979, badan ini baru sekali menjalankan mandat tersebut, yakni ketika memilih Khamenei secara tergesa-gesa setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini lebih dari tiga dekade lalu.

Pemerintah diperkirakan segera menggelar konsolidasi untuk menunjukkan stabilitas. Anggota Majelis Pakar diharapkan berkumpul membahas kandidat sebelum menunjuk pengganti. Namun, situasi keamanan menjadi pertimbangan serius setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pengeboman yang menargetkan rezim Iran akan berlanjut.

Konstitusi mensyaratkan pemimpin baru harus laki-laki, ulama dengan kompetensi politik, otoritas moral, serta loyal kepada Republik Islam. Majelis Pakar memiliki kewenangan menafsirkan kriteria tersebut, termasuk kemungkinan menyaring ulama reformis yang mendorong kebebasan sosial lebih luas dan keterlibatan dengan dunia luar.

Al-Jazeera melaporkan, sebelum kematiannya, Khamenei telah menyerahkan empat nama calon penerus. Namun, identitas keempat nama itu belum diungkap ke publik.

Sambil menunggu keputusan Majelis Pakar, Iran membentuk dewan sementara beranggotakan tiga orang, terdiri dari presiden, kepala kehakiman, dan satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi. Dewan ini untuk sementara mengambil alih seluruh tugas kepemimpinan hingga pemimpin tertinggi baru ditetapkan.

CNN turut mengulas sejumlah nama yang dinilai para ahli dan analis berpotensi menjadi penerus Khamenei.

Simak Video "Video: Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork