Video yang menarasikan banjir besar menerjang Tukad Badung beredar luas di media sosial saat Denpasar diguyur hujan tiga hari berturut-turut. Namun, kabar itu dipastikan tidak benar.
Hujan mengguyur Denpasar dan sekitarnya sejak Minggu (22/2/2026) hingga Selasa (24/2/2026). Di tengah kondisi tersebut, muncul video di Facebook yang menggambarkan seolah-olah terjadi banjir besar di Tukad Badung.
Kepala Pasar Kumbasari Denpasar, Wayan Gama, membantah isi video tersebut. Ia menegaskan kondisi air sungai masih dalam batas normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang terlihat di medsos itu hoaks. Kemungkinan itu video yang dulu, cuma dibesar-besarkan. Sedangkan sekarang nggak seperti itu, kami pantau airnya normal saja," ujar Wayan Gama, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, video tersebut seakan menggambarkan banjir besar seperti yang terjadi di Denpasar pada 2025 kembali terulang. Padahal, dari hasil pemantauan di lapangan, debit air tidak setinggi tahun lalu.
"Pantauan kami dari kemarin, debit airnya tidak terlalu tinggi," jelasnya.
Ia menyayangkan beredarnya video tersebut karena berdampak pada aktivitas pasar. Pedagang dan pengunjung disebut menjadi resah akibat informasi yang tidak benar.
"Janganlah bikin video yang tidak-tidak. Kasihan loh pengunjung. Pedagang jadinya kan resah, jadinya tidak masuk pasar. Yang jelas itu hoax," ungkapnya.
Alarm Sempat Bunyi
Wayan Gama mengakui alat pendeteksi banjir di Pasar Kumbasari sempat berbunyi dua kali, masing-masing sekitar pukul 03.00 Wita dan pukul 08.00 Wita. Namun, ketinggian air hanya mencapai level pertama.
"Ketinggian kena sensor pertama saja, tidak sampai ke level 2. Kalau ketinggian di level pertama kurang lebih 75 sentimeter," imbuhnya.
Ia menegaskan air tidak meluap hingga ke bantaran sungai dan masih dalam kondisi aman. Normalnya, ketinggian air berada di kisaran 50 sentimeter.
Pihak pasar, kata dia, telah mengantisipasi potensi kenaikan debit air dengan dukungan alat pendeteksi banjir dari BPBD Provinsi Bali serta pengeras suara untuk memberikan informasi kepada pedagang dan pengunjung.
"Sudah kami antisipasi, pengunjung dan pedagang. Ada juga pengeras suara. Mengenai kerusakan tidak ada," pungkasnya.
Sementara itu, Operator Operasional BPBD Provinsi Bali, Ida Bagus Juniarta, mengatakan pihaknya juga menerima informasi terkait kabar banjir tersebut. Setelah dicek, tidak ditemukan debit air yang sangat tinggi.
"Tadi sudah kami pantau. Aman. Untuk alat, normal tapi kita memastikan lagi alat berfungsi baik, dan memang masih baik," pungkas Gusde.
(dpw/dpw)










































