Angin kencang yang melanda Bali pada Rabu (21/1/2026) dini hari memicu sejumlah bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat sedikitnya sembilan kabupaten/kota terdampak, mulai dari banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor.
"Sedikitnya sembilan kabupaten terdampak. Di Tabanan terdapat satu korban luka berat dan dua orang lainnya masih dalam pencarian akibat tanah longsor," ungkap Kepala BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, Rabu.
Adapun wilayah terdampak sebagai berikut:
Kabupaten Jembrana
Kabupaten Jembrana, BPBD mencatat sekitar 30 kejadian bencana, mulai dari pohon tumbang hingga angin puting beliung. Tidak ada korban jiwa, tapi puluhan rumah warga terdampak.
Angin puting beliung paling parah terjadi di Desa Batuagung dengan 44 kepala keluarga (KK) terdampak, disusul Desa Banyubiru sebanyak 30 KK, dan Desa Dawuhwaru sebanyak 2 KK. Selain merusak rumah, angin kencang juga merusak perahu dan kubah masjid di Desa Air Kuning. Tercatat sedikitnya 17 titik pohon tumbang di wilayah tersebut.
"Sebagian besar lokasi sudah ditangani, sementara sisanya masih dalam proses," ujar Teja.
Kabupaten Gianyar
Angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan merusak garasi rumah warga di Kabupaten Gianyar. Teja menjelaskan di Gianyar terdapat dua warga yang terluka akibat tertimpa pohon di Bypass Dharma Giri. Saat ini korban telah mendapatkan perawatan di RS Sanjiwani.
"Seluruh laporan di Gianyar sudah kami tangani, korban nihil dan kondisi sudah terkendali," ungkap Teja.
Simak Video "Video: Badai Claudia Hantam Eropa, Banjir Bandang Terjang Inggris-Portugal"
(nor/nor)