Bali Rancang Perda Pariwisata Berkualitas, Saldo Tabungan Wisman Bakal Dicek

Bali Rancang Perda Pariwisata Berkualitas, Saldo Tabungan Wisman Bakal Dicek

Rizki Setyo Samudero - detikBali
Sabtu, 03 Jan 2026 11:29 WIB
Bali Rancang Perda Pariwisata Berkualitas, Saldo Tabungan Wisman Bakal Dicek
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mancanegara menyusuri persawahan di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pariwisata Berkualitas. Salah satu poin yang diatur dalam Perda tersebut adalah mengecek saldo tabungan wisatawan mancanegara (wisman) yang akan berlibur ke Pulau Dewata.

"Bali mengarah ke pariwisata berkualitas, agar yang datang ke Bali ini wisatawan yang betul-betul, satu, dia menghormati aturan dan budaya Bali. Kedua, dia (wisatawan) cinta Bali," kata Koster saat ditemui di Denpasar, Sabtu (3/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koster menjelaskan pemerintah ingin memastikan wisatawan asing tersebut memiliki uang yang cukup selama berlibur di Bali. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tidak ada lagi turis asing yang terlantar akibat kehabisan uang di Bali.

"Kalau cukup uangnya seminggu, ya seminggu. Jangan sampai uangnya cukup seminggu, tapi di sini tiga minggu. Jadinya terlantar dia," imbuh Koster.

ADVERTISEMENT

Gubernur Bali dua periode itu berharap turis asing yang memiliki uang melimpah bisa menikmati liburan berkualitas dan dapat lebih lama di Bali. Dengan begitu, dia berujar, perekonomian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal akan lebih bergairah.

"Berbelanja yang banyak di Bali untuk menghidupkan UMKM kita, meningkatkan nilai ekonomi lokal kita," imbuh politikus PDIP itu.

Nantinya, Koster melanjutkan, yang dicek adalah kondisi saldo tabungan wisman tiga bulan terakhir. Ia menyebut Perda itu sedang dalam tahap finalisasi untuk kemudian disampaikan kepada DPRD Bali. Ia optimistis Perda itu bisa diterapkan tahun ini.

"Jangan sampai banyak wisatawan di Bali akhirnya uangnya tidak cukup. Lama-lama di Bali menimbulkan masalah," kata Koster.

"(Proses) di DPRD saya kira tidak lama, bisa diberlakukan tahun ini," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kunjungan Wisman Naik di 2025, Paling Banyak dari Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads