Bangunan gereja di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Jembrana, ini sangat kental dengan arsitektur tradisional Bali. Bila bangunan tempat ibadah umat Kristen pada umumnya berbentuk seperti menara atau kubah, Gereja Kristen Pniel Blimbingsari (GKPB) Blimbingsari ini berbentuk menyerupai pura Hindu.
Masyarakat Blimbingsari memang mayoritas beragama Kristen. Meski demikian, mereka tetap menjaga identitas kebudayaan Bali. Hal itu tercermin dari bangunan gereja yang dihiasi ornamen atau ukiran tradisi Bali.
Pengaruh tradisi Hindu Bali di Blimbingsari juga tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakatnya. Mulai dari tradisi perayaan Natal, Paskah, sistem penamaan, hingga praktik ritual keagamaan.
Salah satu bentuk akulturasi yang paling mencolok tampak dalam ibadah gereja, ketika jemaat mengenakan busana adat yang biasa digunakan di pura Hindu. Prosesi liturgi pun diiringi alunan gamelan Bali.